SEMARANG –
**Borneonews - Solo**, Sejumlah seniman penyandang disabilitas memberikan penampilan yang mengesankan dalam acara pembukaan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII yang diadakan di Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, pada hari Minggu. Acara ini diwarnai oleh semangat dan bakat luar biasa dari para seniman yang tampil di hadapan ribuan penonton. Sebagai pembuka, Prihantoro Anton menyanyikan lagu *Indonesia Raya* dengan penuh penghayatan. Penampilan tersebut dilanjutkan oleh drummer berkualitas asal Manado, Rionaldo Halir, yang merupakan penyandang disabilitas fisik. Rionaldo berkolaborasi dengan gitaris tuna netra, Agung GTR. Kolaborasi mereka menghasilkan penampilan yang memukau, saat mengiringi tiga penyanyi, yaitu Trias Ferbiana, Janet Huawe, dan Eta Novita, dalam lagu-lagu seperti *Kutidhieng*, *Aku Papua*, *Solo di Waktu Malam*, dan *Indonesia Pusaka*. Kolaborasi ini semakin kaya dengan penampilan 100 penari yang membawakan tarian yang diciptakan oleh Agung Kusumo. Walaupun menghadapi tantangan fisik, semangat dan keahlian mereka di atas panggung sangat menginspirasi penonton dan tidak mengurangi keindahan pertunjukan. Setelah penampilan tersebut, Prihantoro kembali menghibur penonton dengan menyanyikan lagu mars olahraga, *Kami Patriot Olahraga*. Para seniman ini berkesempatan untuk tampil di hadapan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, menambahkan nuansa kebanggaan dalam acara yang berlangsung. Tema yang diusung dalam pembukaan ini adalah *Nusantara Menembus Batas*, yang mengandung pesan kuat bahwa dengan semangat yang tidak padam, setiap individu dapat mencapai cita-cita dan impian mereka. Penampil terakhir dalam upacara pembukaan adalah grup musik legendaris, Godbless, yang menyanyikan lagu-lagu hits mereka, termasuk *Rumah Kita* dan *Semut Hitam*, menutup acara dengan meriah. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, termasuk Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, serta Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana. Selain itu, hadir juga atlet–atlet para bulutangkis, seperti Leani Ratri Oktila, Hikmat Ramdani, dan Fredy Setiawan. Mereka turut berpartisipasi dalam momen estafet obor, bersama dengan atlet para atletik seperti Saptoyogo Purnomo dan Karisma Evi Tiarani. Dua atlet terakhir yang diberikan kehormatan untuk menyalakan obor di cauldron adalah Anas dari cabang olahraga para tenis meja dan Farid dari para atletik. Momen ini menandai semangat kebersamaan dan harapan untuk kisah yang lebih gemilang dalam perhelatan Peparnas XVII. ANTARA