JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Calon Gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 1, Ridwan Kamil, menekankan betapa pentingnya adanya harmonisasi antara gubernur dan pemerintah pusat dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan berbagai permasalahan yang terjadi di Jakarta. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ridwan Kamil ketika ditanya mengenai tujuan dari pertanyaannya kepada Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta nomor urut 2, Dharma Pongrekun, mengenai penanganan pandemi dalam debat pertama Pilkada Jakarta 2024. Ridwan menjelaskan, "Intinya kenapa saya bertanya, pertanyaan ke Pak Dharma? Saya kan gini, kalau Pak Dharma nanti jadi gubernur, beliau tidak bisa mandiri," ungkapnya setelah debat bertempat di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, pada malam Minggu. Ridwan melanjutkan bahwa sebagai gubernur, penting untuk memahami bahwa di atasnya ada pemerintah pusat. "Jadi poin saya justru mempertanyakan, menguatkan agar pandangan-pandangan itu bisa harmoni dengan pemerintah pusat," ujarnya. Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa ketika pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan, pemerintah daerah diharapkan untuk mengikuti kebijakan tersebut sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang. “Ketika pemerintah pusat sudah menyampaikan keputusan A, meskipun kita memiliki pendapat berbeda yang menyatakan B, kita berkewajiban secara undang-undang untuk mematuhi keputusan yang telah ditetapkan,” tambah Ridwan. Ia menekankan pentingnya memahami hubungan yang sesuai berdasarkan ketatanegaraan. "Itu poinnya di sana, bukan tentang percaya COVID atau tidak percaya COVID," jelasnya. Di sisi lain, Ridwan juga menyampaikan bahwa pertanyaan tersebut ditujukan untuk memahami sikap Dharma terkait penanganan kebijakan di masa depan apabila ia terpilih menjadi Gubernur Jakarta. “Tapi bagaimana menyikapi jika menghadapi situasi dengan pendapat yang berbeda, sementara undang-undang menyatakan bahwa gubernur harus mematuhi presiden. Kira-kira gitu," paparnya. Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Kamil menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk antara provinsi dan kabupaten/kota, sangat vital dalam menangani masalah yang kompleks seperti pandemi COVID-19 yang pernah melanda negara, khususnya Indonesia. Ia menegaskan, “Perbedaan pendapat itu biasa, bisa diperdebatkan di ruang-ruang politik. Namun, pada akhirnya, setelah pemimpin mengambil keputusan digolongkan di level pusat, maka gubernur wajib untuk memenuhi dan mematuhi keputusan tersebut.” Ridwan juga menekankan bahwa bupati dan wali kota harus menegakkan kepatuhan yang sama, karena dalam menangani krisis dibutuhkan satu komando. Debat pertama pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilkada DKI Jakarta 2024 diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta berlangsung di Jakarta International Expo. Dalam debat tersebut, terdapat tiga pasangan yang menjadi pembicara, yaitu Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) sebagai nomor urut 1, Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) sebagai nomor urut 2, dan Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel) yang berada di nomor urut 3. Tema yang diangkat dalam debat perdana ini adalah "Penguatan SDM dan Transformasi Jakarta menjadi Kota Global". Melalui debat ini, diharapkan visi, misi, dan program kerja yang disampaikan masing-masing pasangan calon dapat memberikan gambaran dan pertimbangan yang berarti bagi para pemilih pada hari pemungutan suara yang dijadwalkan pada 27 November 2024. KPU DKI Jakarta juga telah menjadwalkan debat tahap kedua yang akan berlangsung pada 27 Oktober, diikuti dengan debat ketiga pada 17 November 2024. ANTARA