BORNEONEWS, Sampit - Festival kapal hias di Sungai Mentaya Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Minggu (21/8/2016), menyisakan kekecewaan bagi warga Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, dan sekitarnya. Penyebabnya, pawai kapal hias itu tidak melewati sungai di wilayah Ketapang.
Seperti diungkapkan Udin, 42, seorang warga Ketapang. Menurutnya, ratusan warga yang hendak menyaksikan festival kapal hias tumpah ruah ke pinggir sungai sambil menunggu iring-iringan kapal hias melintas.
“Tetapi ternyata kapalnya tidak sampai Ketapang, hanya sampai wilayah Baamang. Kasihan warga sudah menunggu sejak pagi,” kata dia, Senin (22/8/2016).
Bahkan, lanjut Udin, demi untuk bisa menyaksikan festival kapal hias, sejumlah warga rela meliburkan diri tidak bekerja hari itu.
Warga lainnya, Rusdi, 32, juga mengungkapkan kekecewaannya karena gagal menyaksikan festival kapal hias melintasi wilayah Ketapang.
“Sudah hampir sore baru kami tahu kapal hiasnya tidak sampai Ketapang. Mau ke dekat Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit juga sudah tanggung,” ucapnya.
Menurutnya, warga tidak menyalahkan panitia karena rute festival kapal hias tidak sampai Ketapang. Mereka menduga penyebabnya karena kesalahan informasi. Panitia memperkirakan hari itu ada aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan khusus (pelsus) yang banyak beroperasi di wilayah Ketapang.
Padahal, lanjut Rusdi, pelsus-pelsus dan pekerjanya pun meliburkan diri karena berharap bisa menyaksikan festival hias melintasi sungai di dekat pemukiman mereka.
Sementara itu, festival kapal hias berlangsung meriah dan disambut antusias masyarakat. Sebanyak 49 peserta mengikuti festival sekaligus lomba kapal hias bertema "Jelawat" itu. Berbagai alat transportasi sungai digunakan peserta, mulai dari perahu kecil, kelotok, perahu cepat, kapal barang, hingga tugboat. (RIFQI/m)








