JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa pada Senin siang, cuaca di sebagian wilayah Jakarta akan menjadi berawan tebal. Prediksi ini mencakup beberapa area, yaitu Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, serta Kabupaten Kepulauan Seribu. Namun, untuk Jakarta Timur kondisi cuaca sedikit berbeda, dengan awan yang menyelimuti area tersebut pada siang hari. Kemungkinan hujan ringan diperkirakan akan terjadi pada Senin sore, khususnya di Jakarta Selatan. Sementara itu, wilayah lainnya di Jakarta diprediksi masih akan berada dalam kondisi berawan tebal selama periode tersebut. Ketika malam tiba, sejumlah wilayah seperti Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu diprediksi mengalami cuaca berawan. Di sisi lain, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat diperkirakan akan mengalami cuaca cerah berawan saat malam hari tiba. Pada pagi hari Senin, beberapa bagian di DKI Jakarta juga akan diselimuti awan tebal, seperti Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu. Sementara itu, wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat akan memiliki kondisi cuaca yang berawan. Suhu udara di DKI Jakarta diperkirakan akan berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius. Selain itu, BMKG juga melaporkan bahwa kecepatan angin saat itu akan berada dalam kisaran 2 hingga 14 kilometer per jam. Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan bahwa kemungkinan terjadinya aktivitas megathrust yang dapat berdampak pada Pulau Jawa jangan dianggap sepele. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah antisipatif dari pemerintah serta semua pemangku kepentingan untuk menghindari potensi kerusakan yang signifikan dan meminimalkan risiko korban jiwa. Sumber-sumber gempa yang ada di sekitar Jakarta, yang berpotensi menimbulkan dampak, berasal dari tiga sesar aktif. Antara lain, Sesar Baribis yang memiliki potensi kekuatan Magnitudo (M) 6,5, Sesar Lembang dengan potensi M6,8, dan Sesar Cimandiri yang memiliki potensi M6,7. ANTARA