**Borneonews - Natuna**, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Natuna, yang terletak di Kepulauan Riau, mengadakan program edukasi bagi pengawas partisipatif dalam pengelolaan emosi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka persiapan menghadapi pemilihan kepala daerah atau Pilkada yang akan berlangsung pada tahun 2024.
Komisioner Bawaslu Kabupaten Natuna, Ila Nurlaila, menginformasikan melalui sambungan telepon bahwa selain pembekalan cara mengelola emosi, pengawas partisipatif juga mendapatkan pengetahuan terkait aturan Pilkada serta aspek lain yang berkaitan dengan pengawasan selama proses pemilihan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, tepatnya dari tanggal 5 hingga 6 Oktober 2024, di Kecamatan Bunguran Timur Laut.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membentuk pengawas partisipatif yang bersikap netral dan objektif saat menjalankan tugas mereka. Di samping itu, program ini juga bertujuan untuk memperkuat relasi antarpengawas partisipatif dengan Bawaslu, serta meningkatkan pemahaman dan keberanian mereka dalam melaksanakan pengawasan dan melaporkan setiap tindakan yang dianggap melanggar aturan Pilkada.
Ila Nurlaila menyatakan bahwa total peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut mencapai sekitar 84 orang, terdiri dari kader pendidikan pengawas partisipatif (P2P), lembaga swadaya masyarakat (LSM), mahasiswa, serta kader P2P dari berbagai kecamatan.
"Kami berkomitmen untuk memberikan penguatan yang masif kepada pengawas partisipatif. Hal ini karena Bawaslu dan jajaran tidak dapat menjalankan fungsi pengawasan Pilkada ini sendirian," ujarnya.
Di tambahkannya, penguatan yang diberikan bukan dimaksudkan agar peserta berperan sebagai pencari kesalahan, melainkan sebagai kolaborator dalam mencegah terjadinya pelanggaran pada Pilkada. Fokus Bawaslu pada pilkada mendatang adalah pencegahan pelanggaran, bukan hanya penindakan.
Apabila langkah-langkah pencegahan tersebut tidak diindahkan oleh para peserta Pilkada, maka Bawaslu akan mengambil langkah penindakan bersama dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
"Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta," tegasnya.
Dalam kesempatan yang berbeda, Sumarni, seorang psikolog klinis dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Natuna, yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa pengelolaan emosi merupakan keterampilan penting bagi semua pekerja, terutama bagi pengawas partisipatif Pilkada yang sebagian besar terdiri dari generasi muda.
"Jika kita dapat mengendalikan emosi dengan baik, maka keputusan yang diambil juga akan lebih baik dan tetap objektif," pungkasnya.
ANTARA
Bawaslu Natuna Edukasi Pengawas Partisipatif Kelola Emosi di Pilkada
Bagikan:

BATAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
MotoGP Australia 2026 Dibatalkan Menyusul Moto2 dan Moto3
Kabid Humas Polda Kalteng Imbau Waspada Pinjaman Online Ilegal
Atletico Madrid Menang Tipis 1-0 atas Deportivo Coruna
Kapolres Seruyan Tinjau Posko Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting
Kimi Antonelli Pole Position di GP Amerika Serikat 2026
Cuaca Buruk Batalkan Balapan Moto2 dan Moto3 GP Australia
Komentar (0)
Memuat komentar…







