PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz mengungkapkan bahwa terdapat 5 sektor ekonomi dengan kredit terbesar di wilayah Kalteng.

Sektor-sektor ini mencakup berbagai bidang yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.

"Sektor Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan menempati posisi teratas dengan total kredit sebesar Rp14,63 triliun, yang mencakup 29,87 persen dari total kredit," kata Danu dalam keterangan resminya pada Senin, 7 Oktober 2024.

Tingkat kredit bermasalah atau NPL di sektor ini menurutnya relatif rendah, yaitu sebesar 0,64 persen, menunjukkan stabilitas yang baik dalam pengelolaan kredit.

Selanjutnya, sektor Pemilikan Peralatan Rumah Tangga Lainnya, termasuk pinjaman multiguna, mencatatkan total kredit sebesar Rp13,44 triliun atau 27,45 persen dari total kredit.

"Sektor ini memiliki NPL sebesar 0,76 persen, yang juga menunjukkan pengelolaan kredit yang cukup baik," bebernya.

Sektor Perdagangan Besar dan Eceran berada di posisi ketiga dengan total kredit sebesar Rp9,19 triliun atau 18,77 persen dari total kredit.

"Namun sektor ini memiliki NPL yang lebih tinggi yaitu 2,72 persen, yang menunjukkan adanya tantangan dalam pengelolaan kredit di sektor perdagangan," jelas Danu lagi.

Sektor Pemilikan Rumah Tinggal mencatatkan total kredit sebesar Rp5,20 triliun atau 10,62 persen dari total kredit dengan NPL sebesar 2,58 persen.

"Meskipun kontribusinya lebih kecil dibandingkan sektor lainnya, sektor ini tetap penting dalam mendukung kebutuhan perumahan masyarakat," katanya.

Terakhir, sektor Industri Pengolahan mencatatkan total kredit sebesar Rp1,21 triliun atau 2,46 persen dari total kredit dengan NPL sebesar 0,89 persen.

"Sektor ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang baik dengan tingkat kredit bermasalah yang rendah," kata Danu.(TESTI PRISCILLA/R)