KENDARI –
**Borneonews - Konawe Selatan** Pembangunan Pondok Pesantren Tahfizhul Quran "Hj Opy Maulidiar" di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, mengusung konsep pendidikan yang menekankan pada kemandirian para santri. Inisiatif pembangunan pesantren ini diprakarsai oleh dr. Dian Hayati, mantan Kepala Dinas Kesehatan setempat, yang bekerja sama dengan Wahdah Islamiyah Sultra. Muhammad Adhan, sebagai perwakilan dari Wahdah Islamiyah Kendari, menjelaskan bahwa pondok pesantren tersebut dibangun di Desa Anduna, Kecamatan Laeya. Peletakan batu pertama dilakukan di hadapan para pewakaf dan donatur, termasuk dr. Dian Hayati dan Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sultra, Ustaz Muh Ikhwan Kapai. Dr. Dian Hayati menyatakan bahwa wakaf tanah ini adalah bagian dari perjuangannya di jalur jihad. Ia mengungkapkan, "Awalnya saya berpikir jika sudah diserahkan kepada Wahdah, saya akan berperan dari belakang. Namun, setelah ada nama saya terlibat, semangat jihad saya semakin kuat," ungkapnya dengan penuh emosi. Pondok pesantren yang sedang dibangun ini tidak hanya akan fokus pada pengajaran *Tahfizhul Quran*, tetapi juga akan memberikan pendidikan yang menekankan pada kemandirian ekonomi bagi para santri. Lokasinya yang berdekatan dengan bendungan di sungai akan dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya ikan, yang diharapkan dapat menjadi sumber konsumsi sehari-hari sekaligus sebagai sarana pelatihan keterampilan ekonomi bagi santri. Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sultra, Muh. Ikhwan Kapai, menyampaikan rasa terima kasih kepada para pewakaf karena telah memberikan kepercayaan kepada pihaknya. Ia juga menambahkan bahwa penggunaan nama Hj Opy Maulidiar pada pesantren ini merupakan bentuk penghormatan kepada pewakaf dan pengingat bahwa pesantren ini lahir dari niat baik keluarga Ibu Dian. "Kami berharap pesantren ini dapat mencetak generasi penghafal Al-Quran yang juga memiliki kemandirian secara ekonomi," katanya. Kepala Desa Anduna, Haris Polimbay, turut menyatakan dukungannya terhadap pembangunan pondok pesantren ini. Ia mengajak seluruh warga Desa Anduna, khususnya yang berdomisili di Dusun IV, untuk berpartisipasi dalam mendukung dan mewujudkan keberadaan pesantren tersebut. Dengan dilakukannya peletakan batu pertama ini, diharapkan Pondok Pesantren Tahfizhul Quran Hj. Opy Maulidiar akan menjadi pusat pendidikan agama dan pengembangan kemandirian ekonomi yang dapat melahirkan generasi hafiz Al-Quran yang kompetitif serta berkontribusi bagi umat dan bangsa. ANTARA