**Borneonews - Kupang**, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan kepada masyarakat terkait potensi angin kencang yang dapat berpengaruh di beberapa wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tiga hari ke depan. Peringatan ini disampaikan oleh Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek, dalam sebuah keterangan resmi yang diterima di Kupang.
Wilayah-wilayah yang diperkirakan akan terdampak oleh angin kencang tersebut mencakup Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raijua, serta sebagian wilayah Pulau Sumba. Menurut Sti, angin kencang dipicu oleh perbedaan gradien tekanan yang cukup signifikan di daerah Australia.
Sti Nenotek menegaskan pentingnya masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang ini, terutama di daerah-daerah yang sedang mengalami musim kemarau. Peningkatan kekuatan angin pada musim kering dapat menimbulkan risiko meluasnya kebakaran hutan dan lahan, yang dapat merugikan ekosistem dan masyarakat setempat.
Saat ini, Provinsi NTT masih berada dalam fase musim kemarau dengan aktifnya *Monsoon Timur*. Akan tetapi, situasi ini diprediksi akan mengalami perubahan menjadi kondisi *La Nina* yang lemah dalam beberapa pekan mendatang.
Sehubungan dengan kondisi cuaca yang dapat berubah drastis, pihak BMKG menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan senantiasa mengikuti perkembangan informasi terkait cuaca serta peringatan yang dikeluarkan oleh BMKG. Ini penting untuk menjaga keselamatan dan mengurangi dampak yang mungkin timbul akibat perubahan cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
ANTARA
Waspadai Potensi Angin Kencang di NTT Selama Tiga Hari ke Depan
Bagikan:

KUPANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemenpar-BPOLBF Gandeng Agen Wisata Tiongkok Perluas Pasar Labuan Bajo
Mendagri Prancis: Ribuan Orang Ditahan saat Demonstrasi Lanjutan
Dua Tunggal Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters
Menperin Yakin Produk UMKM Ramah Lingkungan RI Tembus Pasar Global
Yusril: Kebijakan Publik Harus Berorientasi Kepentingan Masyarakat
Raharjati Nursamsa Raih Perak World Climbing Series di Chile
Komentar (0)
Memuat komentar…







