BORNEONEWS, Palangka Raya - Puluhan warga terjaring razia di Jalan Garuda, Palangka Raya, Senin (22/8/2016). Tempat digelarnya giat rutin yang ditingkatkan sekaligus menekan angka kecelakaan itu memang terbilang strategis dalam menjaring pengendara yang tak mengantongi kelengkapan surat menyurat.
Sebab, pengendara yang hendak belok ke Jalan Garuda usai melewati traffic light, Jalan Tjilik Riwut arah Tangkiling tidak mengetahui giat tersebut. Begitu memasuki Jalan Garuda, otomatis tak bisa lari dan harus melewati pemeriksaan razia.
Hasilnya pun lebih dari 50 pengendara terjaring lantaran tak memiliki kelengkapan surat berkendara. Tak hanya orang tua, remaja, siswa pun juga ada. Mereka yang terjaring juga terlihat kebingungan. Ada yang menelepon keluarga, ada yang langsung menerima untuk ditilang, ada pula yang menangis.
Seorang siswa yang terjaring itu berinisial RP. Siswa kelas XII, SMKN 4 Palangka Raya ini tidak mengantongi SIM dan STNK. Dia beralasan, motor yang ia kendarai merupakan milik teman gurunya. Tujuannya akan mengambil sesuatu di rumahnya di Jalan Garuda.
"Karena ada perlombaan dan mau ikut," ucap PR.
Sementara itu, KBO Satlantas Polres Palangka Raya Iptu Kusriyadi mengatakan, razia tersebut digelar dalam rangka giat rutin yang ditingkatkan. Sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas dan antisipasi terjadinya tindak pidana.
Pihaknya juga mengingatkan para pengendara untuk berhati-hati serta melengkapi surat menyurat.
"Walaupun kita sudah mensosialisasikan di sekolah-sekolah, tapi faktanya masih banyak yang mengindahkan imbauan ini," kata Kusriyadi. (BUDI YULIANTO/m)








