**Borneonews - Lumajang**, Pemerintah Kabupaten Lumajang, yang terletak di Jawa Timur, tengah berupaya mengoptimalkan penanaman bawang merah. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga di pasaran serta memastikan ketersediaan komoditas bawang merah.
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, Hendra Suwandaru, memberikan penjelasan bahwa pihaknya telah mengajak para petani di daerah selatan, khususnya di wilayah Kunir, Yosowilangun, Tekung, dan sekitarnya, untuk berpartisipasi dalam penanaman bawang merah. Ia berharap, dengan melibatkan petani lokal, produksi bawang merah dapat ditingkatkan.
Hendra menginformasikan bahwa penanaman bawang merah akan dilakukan di beberapa pusat produksi, termasuk Kecamatan Kunir, Yosowilangun, dan Tekung. Untuk tahun ini, mereka menargetkan penanaman bawang merah seluas 30 hektare. Meskipun pada bulan ini tidak ada panen, dua kelompok tani yang beroperasi di Yosowilangun dan Tekung sedang dalam tahap pertumbuhan dengan total luas lahan 3,1 hektare. Usia tanaman saat ini berkisar antara 12 hingga 20 hari.
Sebelumnya, DKPP juga telah menyalurkan bibit bawang merah kepada sejumlah kelompok tani dengan menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT). Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi bawang merah di Lumajang guna memenuhi kebutuhan pasar.
Hendra menambahkan, sekitar 2,8 ton bibit bawang merah telah disalurkan kepada kelompok tani di Desa Yosowilangun Kidul. Dia optimis, bantuan bibit tersebut dapat meningkatkan hasil panen dan produksi bawang merah di wilayah Lumajang, terutama menjelang permintaan yang biasanya meningkat di akhir tahun.
Dengan adanya peningkatan produksi bawang merah secara lokal, diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan yang cukup di pasaran.
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan pada harga bahan pokok, tercatat bahwa harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Lumajang pada 7 Oktober 2024 menunjukkan stabilitas, dengan harga rata-rata mencapai Rp18 ribu per kilogram. Harga ini telah bertahan selama dua minggu terakhir.
ANTARA
Pemerintah Lumajang Tingkatkan Produksi Bawang Merah untuk Stabilitas Harga
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Komentar (0)
Memuat komentar…







