JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Peneliti dari The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Putu Rusta Adijaya menegaskan pentingnya pemilihan menteri oleh presiden terpilih, Prabowo Subianto, yang harus fokus pada perbaikan kualitas institusi di bawah kepemimpinannya. Ia menekankan bahwa salah satu agenda utama Prabowo adalah pemberantasan korupsi, sehingga individu yang terpilih harus mampu meningkatkan integritas kementerian dan lembaga yang mereka pimpin. Putu menyatakan bahwa perbaikan harus menyeluruh dan dilaksanakan dengan komitmen kuat dari setiap individu di pemerintahan, serta penegakan hukum yang tegas. Menurutnya, institusi yang berkualitas adalah lembaga yang mampu memanfaatkan kekuasaan politik untuk menciptakan organisasi ekonomi yang transparan dan akuntabel, serta memberikan manfaat untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa pengecualian. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebagai menteri dan pemimpin lembaga, para kandidat harus memiliki *political power* yang secara sah memberdayakan mereka untuk merancang kebijakan dan lembaga ekonomi. Kekuasaan politik ini harus diarahkan untuk mendirikan lembaga yang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas, dan bukan hanya menguntungkan segelintir elit atau kepentingan tertentu. Putu mengutip pandangan para ahli ekonomi dan politik, seperti Acemoglu, Johnson, dan Robinson, yang menekankan bahwa kualitas institusi yang baik adalah yang menjunjung tinggi hak kepemilikan (*property rights*) bagi seluruh masyarakat. Hal ini penting untuk mendorong investasi, inovasi, serta partisipasi aktif dalam aktivitas ekonomi. Ia juga menghimbau agar memberi kesempatan yang sama bagi semua orang, termasuk dalam hal kesetaraan di depan hukum. Kesetaraan ini merupakan salah satu pilar dari kebebasan ekonomi, yang seharusnya didorong melalui kolaborasi berbagai pihak. Putu memperingatkan agar kekuasaan politik yang dimiliki oleh menteri tidak menciptakan *extractive institutions*, yaitu lembaga yang beroperasi tanpa menghormati supremasi hukum dan lebih mengutamakan kepentingan pribadi. Hal ini bisa merugikan masyarakat luas. Sebagai tambahan, saat ini beredar nama-nama calon menteri dan pemimpin lembaga untuk kabinet Prabowo Subianto periode 2024-2029. Tercatat bahwa Prabowo sudah memiliki daftar kandidat untuk posisi-posisi tersebut berdasarkan pertimbangan dari parpol dan organisasi masyarakat. ANTARA