JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin, mengemukakan bahwa Indonesia telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau *Sustainable Development Goals* (SDGs). Hal ini tercermin dari capaian yang mencapai 62,5 persen, yang jauh lebih baik dibandingkan dengan rata-rata global yang masih berada di angka 17 persen. Dalam sambutannya pada pembukaan Konferensi Tahunan SDGs ke-7 yang berlangsung di Jakarta, Ma'ruf Amin menyoroti bahwa pencapaian ini merupakan cerminan komitmen nyata Indonesia dalam mengimplementasikan SDGs. Ia menekankan bahwa posisi yang menguntungkan di Asia ini tidak hanya menciptakan tanggung jawab yang besar bagi Indonesia untuk menjadi contoh baik, tetapi juga untuk memfasilitasi kerjasama dan inovasi yang lebih luas di kawasan Asia. Ia menegaskan rasa bangga atas kemajuan yang dicapai dalam pembangunan berkelanjutan, meskipun Indonesia harus menghadapi tantangan akibat pandemi. Wapres juga menyebutkan bahwa kemajuan tersebut meliputi penurunan angka kemiskinan ekstrem serta prevalensi stunting di kalangan anak balita. Ini semua menunjukkan kesungguhan Indonesia dalam menjaga kesejahteraan sosial dan menjaga kesehatan masyarakat. Lebih lanjut, Wapres menggarisbawahi pentingnya pendidikan dan pengembangan keterampilan sebagai bagian dari strategi untuk mempertahankan serta mempercepat kemajuan yang telah dicapai. Ia menekankan bahwa pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan relevan sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan di dunia kerja, terutama dalam era industri 4.0. Hal ini penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki daya saing tinggi. Wapres juga menyatakan bahwa Indonesia telah mulai mengimplementasikan ekonomi hijau. Langkah ini mencakup pembangunan industri ramah lingkungan dan penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung upaya Indonesia dalam menurunkan emisi karbon global, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari pencapaian SDGs. Selanjutnya, Wapres menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya menarik investasi dalam sektor-sektor yang berkelanjutan, guna menciptakan lapangan kerja yang berkualitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Ia menekankan bahwa pertumbuhan yang inklusif ini juga ditopang oleh pengembangan ekonomi syariah serta ekonomi digital, yang memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di masa mendatang. Terakhir, Wapres memberikan apresiasi kepada Kepala Bappenas atas upayanya dalam mengoordinasikan perencanaan ekonomi syariah dan memperkuat transformasi *Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah* (KNEKS) menjadi Badan Pengembangan Ekonomi Syariah. Kegiatan ini dinilai sebagai langkah positif dalam memperkuat peran sektor ini di Indonesia. ANTARA