**Borneonews - Ternate**, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara (Malut) baru-baru ini melakukan pemusnahan terhadap uang yang dinyatakan tidak layak edar, dengan total mencapai Rp121 miliar. Uang tersebut merupakan hasil pengumpulan dari berbagai kabupaten dan kota di wilayah Malut selama periode triwulan I dan II tahun 2024.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Malut, Rivo M, menjelaskan bahwa sebagian besar uang yang dimusnahkan berasal dari Kota Ternate, yang dikenal dengan aktivitas ekonomi yang sangat tinggi. Kegiatan pemusnahan ini dilakukan dengan menggunakan mesin penghancur kertas yang dirancang khusus untuk tujuan tersebut.
Selain pemusnahan, BI Malut juga giat melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan uang dengan bijak. Rivo menekankan, agar uang kertas tidak cepat lusuh, masyarakat diharapkan tidak membasahi, meremas, men-stapler, melipat, atau mencoret-coret uang tersebut. Sayangnya, kesadaran masyarakat tentang cara menjaga uang rupiah masih tergolong rendah, sehingga uang yang beredar sering kali sudah lusuh dalam waktu singkat.
Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, BI Malut melaksanakan ekspedisi rupiah pada tahun 2023. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menarik uang lusuh, tetapi juga memberikan edukasi mengenai cara merawat uang agar tidak mudah rusak.
Sebagai bagian dari program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB), BI Malut berhasil menarik uang lusuh senilai Rp9,8 miliar dari pulau-pulau terluar, terdepan, dan terpencil (3T) yang ada di wilayah Malut. Rivo menjelaskan bahwa tujuan dari ekspedisi ini adalah untuk memastikan masyarakat di daerah 3T mendapatkan uang yang layak edar dan menarik uang lusuh.
Di antara lokasi yang paling banyak terjadi penarikan uang lusuh adalah Mayau Batang Dua di Kota Ternate, yang merupakan kawasan pulau terluar dan seringkali sulit dijangkau saat musim gelombang laut. Program ERB telah dilaksanakan sejak 27 Januari hingga 1 Februari 2023 dan mencakup beberapa pulau, termasuk Taliabu, Sanana, Obi, Bacan, dan Batan Dua, menggunakan kapal milik TNI Angkatan Laut.
Selama ekspedisi dengan KRI Teluk Weda 526, BI juga melaksanakan berbagai kegiatan lain yang meliputi penukaran uang, edukasi mengenai *Cinta Bangga dan Paham* (CBP) terhadap rupiah, serta memberikan bantuan sosial untuk membantu menekan angka stunting di masyarakat. Dalam misi tersebut, tim ekspedisi membawa uang sebanyak Rp10 miliar untuk ditukarkan kepada masyarakat di lima pulau yang menjadi tujuan ERB.
ANTARA
Pemusnahan Uang Tidak Layak Edar oleh BI Malut Capai Rp121 Miliar
Bagikan:

AMBON –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pekab Gumas Bagikan Bantuan Bibit Cabai hingga Tomat untuk Masyarakat
Dua Gol Nicolas Jackson bawa Aston Villa Tekuk Man City 2-1
Ikut Manugal, Wakil Bupati Gumas Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan
Dortmund Puncaki Klasemen setelah Kalahkan Frankfurt 1-0
DKUKMPP Kotim Ajak Masyarakat Dukung Pasar Rakyat, Belanja Lokal Gerakkan Ekonomi Daerah
Arsenal Samai Poin Man City setelah Tekuk Everton 2-0
Komentar (0)
Memuat komentar…







