JAKARTA –
**Borneonews - Solo, Jawa Tengah**, Atlet para-atletik asal Jawa Tengah, Ammar Hudzaifah, baru-baru ini mengungkapkan bagaimana ejekan dan pandangan negatif dari orang-orang sekitar pernah membuatnya merasa tertekan. Kondisi *cerebral palsy* yang dideritanya mengakibatkan tangannya kaku, sehingga menciptakan berbagai penilaian meremehkan dari lingkungan sekitar. Ammar mengingat dengan jelas momen di mana beberapa tetangganya mempertanyakan kemampuannya dengan ungkapan, "Bisa apa kalau tangannya begitu?" Namun, dia berhasil membuktikan bahwa hal tersebut tidak menghentikannya meraih prestasi. Ammar berhasil mempersembahkan medali emas pada cabang olahraga para-atletik nomor 1.500 meter T37 putra untuk provinsi Jawa Tengah dalam ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024 yang berlangsung di Stadion Sriwedari, Surakarta. T37 merupakan kategori khusus dalam para-atletik yang dirancang untuk individu dengan gejala *cerebral palsy* dalam tingkat ringan hingga sedang. Meskipun demikian, ejekan tersebut sempat membuat Ammar putus asa dan memutuskan untuk berhenti melanjutkan pendidikan formal. "Saya minder, jadi sekolah saya hanya sampai SMP," ungkapnya. Di tengah beban mental tersebut, Ammar menemukan harapan lewat olahraga. Semuanya dimulai ketika ia diundang untuk mengikuti seleksi lari yang diselenggarakan oleh National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Jawa Tengah, dan ia berhasil lolos hingga masuk menjadi atlet pada tahun 2015. Berkat bakatnya, Ammar diberikan kesempatan untuk berkompetisi di berbagai kejuaraan, tidak hanya dalam lari tetapi juga dalam sepak bola untuk *cerebral palsy*. Pada ajang Peparnas Papua 2021, Ammar meraih tiga medali emas dan bahkan memecahkan rekor nasional untuk nomor 800 meter T37 putra dengan waktu 2 menit 19,23 detik. Dengan prestasi yang mengesankan itu, Ammar menjadi salah satu andalan Jawa Tengah pada nomor 1.500 meter T37 putra di Peparnas 2024. "Di hari pertama, insyaallah dari nomor 1500 meter T37, Ammar Hudzaifah diproyeksikan untuk mendapatkan medali emas pertama bagi kontingen NPC Jateng," ungkap Agus Widayat, pelatih kepala para-atletik NPC Jawa Tengah, sebelum ajang tersebut dilaksanakan. Akhirnya, Ammar berhasil mewujudkan target tersebut dengan catatan waktu 4 menit 55,50 detik. Dalam bidang sepak bola untuk *cerebral palsy*, Ammar juga berkontribusi pada tim yang meraih medali emas di ASEAN Para Games 2017 di Malaysia, serta medali perak di ASEAN Para Games 2023 di Kamboja. "Saya masih sering ingat kata-kata tetangga yang meremehkan itu. Namun, justru hal tersebut semakin memotivasi saya untuk berlatih lebih keras dan membuktikan kemampuan saya," tegasnya. ANTARA