**Borneonews - Jakarta**, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menekankan betapa pentingnya pengumpulan dan pemanfaatan data kelompok umur untuk mencapai tepat sasaran dalam pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis.
Pada hari Senin di Jakarta, Wakil BKKBN Bidang Kependudukan, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, menjelaskan bahwa data dari Badan Pusat Statistik mengenai jumlah anak usia dua tahun dan anak berusia 3-5 tahun, serta siswa di sekolah, sangat diperlukan untuk kesuksesan program ini.
Dalam konteks ini, ia menyatakan bahwa data tersebut dapat diperoleh dengan menggabungkan laporan kependudukan dan data keluarga dari BKKBN. Ichtiarto menegaskan bahwa pemanfaatan data secara tepat menjadi salah satu kunci bagi pemerintah untuk melaksanakan program-program dengan cara yang efisien dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Tanpa adanya data, kita tidak dapat mengetahui program apa yang perlu kita ciptakan dan seberapa efisien program-program tersebut. Laporan kependudukan sangat membantu bukan hanya bagi BKKBN, tetapi juga bagi kementerian lain, lembaga, serta pemerintah daerah dalam melaksanakan program-program, ujarnya.
Sebelumnya, seorang ahli keluarga berencana di BKKBN, Dwi Listyawardani, menyatakan bahwa Program Makanan Bergizi Gratis memiliki potensi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Ia menekankan bahwa tujuan utama dari program ini, yang akan dikelola oleh Badan Pangan Nasional, adalah untuk meningkatkan kesehatan publik serta kemampuan belajar siswa.
Dwi menambahkan bahwa Badan Pangan Nasional, yang akan berperan sebagai lembaga strategis dalam mengatasi permasalahan gizi di Indonesia, perlu merancang program intervensi untuk mendidik keluarga tentang gaya hidup sehat guna mencegah terjadinya stunting pada anak.
Pada tanggal 2 Oktober, Nevy Dwi Soesanto, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, mengungkapkan bahwa uji coba Program Makanan Bergizi Gratis sedang dilaksanakan di 316 sekolah yang tersebar di enam kota dan satu kabupaten.
Dalam acara simbolis peluncuran uji coba di MTsN 1 Kudus, Kudus, Jawa Tengah, ia menyampaikan bahwa uji coba ini ditargetkan kepada 134.959 siswa tingkat SD dan SMP.
Nevy juga mencatat bahwa di antara daerah yang melaksanakan uji coba ini adalah Kota Surakarta, Kota Salatiga, dan Kabupaten Kudus. Ia menjelaskan bahwa di Kudus, uji coba ini dilakukan untuk 2.599 siswa di MTsN 1 Kudus, SMP 1 Gebog, SD 2 Wergu Wetan, dan SD Islam Umar bin Khattab.
ANTARA
Pent ingnya Data Kelompok Umur untuk Program Makanan Bergizi Gratis
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Kalteng Prioritas Penanganan Karhutla, BNPB: Bantuan Luar Negeri untuk Teknologi Pemadaman
Komentar (0)
Memuat komentar…







