**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) terus berkomitmen untuk memperkuat implementasi *core values* aparatur sipil negara (ASN) yang dikenal dengan sebutan BerAKHLAK. Program ini diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2021 dan sejak saat itu menjadi fokus penting dalam upaya reformasi birokrasi.
Dalam sebuah pernyataan, Asisten Deputi Penguatan Budaya Kerja Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian PANRB, Damayani Tyastianti, menjelaskan bahwa penguatan nilai-nilai BerAKHLAK dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan. Salah satunya adalah dengan meneladani ASN yang telah menunjukkan prestasi gemilang di lingkungan kerja masing-masing.
Damayani menjelaskan bahwa kegiatan *sharing session* merupakan salah satu sarana untuk memberikan inspirasi kepada instansi pemerintah dan ASN agar dapat berinovasi dalam kinerja mereka. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada ASN yang berprestasi, sehingga budaya kerja BerAKHLAK dapat semakin diperkuat di seluruh jajaran pemerintahan.
Setiap tahunnya, Kementerian PANRB memberikan anugerah kepada ASN terbaik sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusi mereka. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi ASN lainnya untuk mencapai standar yang tinggi dalam kinerja mereka.
Kepala Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Metrologi, Mutu, dan Jasa Perdagangan Kementerian Perdagangan, Suci Ingrid Daniati, mengungkapkan bahwa *core values* ASN BerAKHLAK menjadi prinsip yang selalu ia junjung dalam tindakannya di tempat kerja. Sebagai peraih peringkat III dalam kategori Jabatan Administrator Terbaik tahun 2023, Suci menekankan pentingnya penerapan BerAKHLAK, dimulai dari diri sendiri, sebelum mengajak rekan-rekan ASN lainnya untuk melakukan hal yang sama.
Seorang pemimpin harus mampu memberi teladan dalam menerapkan nilai-nilai BerAKHLAK. Tidak seharusnya mengharapkan bawahan mengikuti jika pimpinan tidak menunjukkan contoh yang baik, ujar Suci.
Suci juga menyampaikan dua prinsip penting yang ia pegang dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan kolaboratif, meskipun terdapat perbedaan antar generasi di antara para pegawai. Dua prinsip tersebut adalah positive vibes only dan time management.
Ia meyakini bahwa setiap masalah seharusnya dipandang sebagai tantangan, bukan hambatan. Jika ada masalah, jangan anggap itu sebagai penghalang, tetapi pandanglah itu sebagai tantangan agar saat berdiskusi, fokus kita dapat tertuju pada solusi yang ada, jelas Suci.
Lebih lanjut, Suci berusaha untuk menerapkan *work-life balance* di unit kerjanya, dengan harapan pegawai memiliki waktu yang berkualitas bersama keluarga. Ia mendorong agar permasalahan pribadi tidak dibawa ke dalam lingkungan kerja. Usahakan menyelesaikan pekerjaan di kantor, dan pentingnya *time management* sangat diperlukan di sini, kata Suci.
Dengan mempertahankan prinsip-prinsip tersebut, Suci optimistis bahwa penerapan nilai-nilai ASN BerAKHLAK di lingkungan birokrasi pemerintah akan semakin meluas di masa mendatang.
ANTARA
Kementerian PANRB Perkuat Implementasi Nilai BerAKHLAK di ASN
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







