JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) melaporkan bahwa per 4 Oktober 2024, mereka berhasil menghimpun penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp3,2 triliun. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama LMAN, Basuki Purwadi, dalam sebuah taklimat media di Jakarta. Dari total penerimaan tersebut, sekitar Rp2,5 triliun diperoleh dari fungsi treasury, sementara sektor properti menyumbang Rp690,3 miliar, dan layanan advisory menyumbang Rp1,3 miliar. Penjabaran ini memberikan gambaran yang jelas mengenai kontribusi masing-masing sektor terhadap total pendapatan. Dalam hal pengelolaan aset, LMAN kini bertanggung jawab atas 310 aset, yang terdiri dari beragam jenis. Aset-aset tersebut mencakup 1 Kilang *LNG* Arun, 1 Kilang *LNG* Badak, 151 unit apartemen, 112 ruko/gudang, 14 gedung, 22 bidang tanah, dan 9 rumah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 126 aset telah melalui proses optimalisasi, yang termasuk 54 unit apartemen dan 72 unit non-apartemen. Sebanyak 45 unit aset telah siap untuk dipasarkan, yang terdiri dari 33 unit apartemen dan 12 unit non-apartemen. Selain itu, ada juga 44 unit aset yang masih dalam tahap konstruksi, 3 unit yang berada dalam kondisi apa adanya, dan 93 unit aset yang sedang dalam tahap prapembangunan. Basuki mengungkapkan bahwa LMAN juga mencatatkan manfaat non-finansial senilai Rp72,6 miliar, yang berasal dari penghematan biaya di kementerian dan lembaga (K/L). Penggunaan aset-aset yang dikelola oleh LMAN untuk berbagai kegiatan memungkinkan K/L melakukan aktivitas tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan, sehingga dapat berkontribusi pada penghematan anggaran negara. Melihat potensi kinerja hingga akhir tahun, Basuki optimistis bahwa LMAN dapat memperoleh tambahan PNBP sebesar Rp1 triliun, yang berpotensi meningkatkan total penerimaan menjadi Rp4,2 triliun. Ia menyatakan keyakinannya bahwa dalam tiga bulan ke depan, hingga akhir tahun 2024, pencapaian tersebut dapat terwujud. “Jadi, jika kita lihat hasil akhir di tahun 2024, besar kemungkinan total penerimaan bisa mencapai sekitar Rp4,2 triliun,” tuturnya dengan penuh keyakinan. ANTARA