SEMARANG –
**Borneonews - Solo**, Cabang olahraga para-bulu tangkis pada hari pertama Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII yang diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah, hanya mempertandingkan kelas *standing* beregu putra. Hal ini merupakan kebiasaan yang telah diterapkan pada Peparnas sebelumnya. Ketua Dewan *Referee* Para Badminton Peparnas, Muhammad Nur Rahman, menjelaskan bahwa fokus pada hari pertama adalah kelas beregu putra. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk menjaga stamina para pemain agar tidak kelelahan. "Jika pertandingan dicampurkan dengan kelas perorangan, para atlet akan menghadapi risiko lebih berat. Jika mereka sudah bertanding di beregu dan kemudian melanjutkan dengan pertandingan perorangan, tentu saja tingkat keletihan akan meningkat drastis," ujarnya. Dalam acara kali ini, pertandingan beregu mencakup kelas SL3, SL4, dan SU5. Sementara kelas SH6 dan kelas *wheelchair* tidak memiliki kategori beregu. Kelas SL3 dan SL4 melibatkan para pemain dengan tingkat hambatan pada kaki yang cukup lemah, sementara SU5 berfokus pada pemain dengan hambatan di tangannya, seperti mereka yang mengalami amputasi. Secara keseluruhan, dalam cabang olahraga para-bulu tangkis, akan ada 36 nomor yang dipertandingkan. Perolehan medali emas dijadwalkan akan dilakukan pada hari keempat dan kelima acara tersebut. "Perebutan medali emas dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat dan Sabtu. Dengan 36 nomor yang dipertandingkan, jika final diadakan dalam satu hari, bisa saja akan berlangsung hingga malam hari," tambah Rahman. Jumlah total peserta yang berkompetisi dalam cabang olahraga ini melebihi 200 orang yang berasal dari 30 provinsi, termasuk Papua Barat dan Papua Barat Daya. Rahman menyatakan bahwa hal ini sangat menggembirakan, mengingat sebelumnya, daerah tersebut tidak memiliki banyak pemain bulu tangkis. "Saya sangat senang melihat perkembangan ini, yang menunjukkan adanya peningkatan partisipasi di bidang bulu tangkis, di mana sebelumnya tidak ada pemain, kini sudah banyak yang berpartisipasi," imbuhnya. ANTARA