BORNEONEWS, Buntok - Sejumlah orang tua murid sekolah dasar (SD) di pedesaan, khususnya di Kecamatan Karau Kuala Kabupaten Barito Selatan (Barsel), mengeluh karena guru yang mengajar di SD wilayah itu, disinyalir malas mengajar. Padahal para guru yang disinyalir malas mengajar tersebut, rata-rata berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mereka juga tidak berdomisili di desa tempat dia mengajar.
Januari, 50, seorang tokoh warga Desa Janggi kepada PPost Senin (22/8) menuturkan, dia dan sejumlah orang tua murid di desanya sangat kecewa dengan sikap guru-guru yang mendapat tugas mengajar SD di desanya, karena jarang turun mengajar.
"Sekalipun mereka datang mengajar, rata - rata selalu sering datang terlambat sehingga murid berkeliaran menunggu guru datang mengajar," terangnya.
Ia mengakui, sejumlah guru yang sering terlambat dan malas masuk mengajar tersebut ada yang berdomisili di Desa Babai dan sebagian berdomisli Teluk Betung dan Kelurahan Bangkuang.
"Padahal perumahan guru sudah dibangun, akan tetapi mereka tidak mau menempatinya," ucap Januari diamini warga lainnya.
Hal senada juga dijelaskan Iwan (39) warga setempat, berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barsel melalui dinas terkait dapat menindaklanjuti hal tersebut.
Karena lanjut Iwan, yang telihat aktif mengajar, hanya guru honorer yang merupakan warga desa Janggi sendiri.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Barito Selatan Raden Sudarto mengatakan, pihaknya masih belum menerima laporan baik dari pengawas maupun pihak UPTD Dikbud Kecamatan Karau Kuala.
Meskipun demikian lanjut dia, pihaknya akan segera memanggil pengawas UPTD Kecamatan Karau Kuala untuk menggali informasi terkait dengan adanya informasi guru yang kurang aktif dalam melaksanakan proses belajar mengajar itu.
"Kalau memang terbukti guru-guru tersebut tidak aktif mengajar, maka akan kami tindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku," demikian kata Raden Sudarto yang dikenal dengan sapaan H Alek. (LAILY MANSYUR/m)








