BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Sutik, mengatakan, jika pemerintah daerah ingin mengembangkan sektor pariwisata sehingga mampu menjadi pendongkrak ekonomi masyarakat dan berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD), maka sudah saatnya berkonsentrasi kepada pengembangan pariwisata sebagai penopang ekonomi.

“Seiring lesunya bidang-bidang sumberdaya alam, pemkab memang harus berpikir keras sektor yang bisa menopang ekonomi masyarakat serta berdampak pada PAD. Salah satunya dengan pengembangan pariwisata,” kata dia, Senin (22/8/2016).

Guna pengembangan sektor tersebut, lanjut Sutik, memang harus diberikan anggaran memadai. Rencana alokasi anggaran hingga mencapai Rp100 miliar dinilainya wajar, sehingga dinas terkait mampu memberikan program terbaik dengan berbagai terobosan

“Saya pribadi menilai dibutuhkan anggaran hingga Rp100 miliar itu masuk akal. Sebab anggaran itu akan dialokasikan mulai dari pembenahan sarana dan parasarana objek pariwisata, bahkan kalau perlu disediakan akses transportasi sehingga memberikan kemudahan bagi wisatawan ke sejumlah tempat wisata,” ujar dia.

Selain itu, kata politisi Partai Gerindra tersebut, anggaran tersebut bisa menunjang berbagai promosi agar lebih gencar guna mendongkrak jumlah wisatawan datang ke Kotawaringin Timur.

“Saya pribadi mendukung dan siap memperjuangkan alokasi anggaran untuk pengembangan pariwisata di DPRD. Karena ini juga sesuai visi misi daerah ke depan,” cetus dia.

Sementara itu Bupati Supian Hadi mengatakan, pemkab berencana mengalokasikan anggaran sekitar Rp96 miliar-Rp100 miliar untuk pengembangan pariwisata di daerah itu. Menurutnya, pendanaan akan dilakukan melalui sistem tahun jamak (multiyears) selama tiga tahun. Pembenahan destinasi berbagai kawasan wisata itu guna mendukung target menjadikan Sampit sebagai kota tujuan wisata. (RIFQI/m)