**Borneonews - Jakarta**, Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo, memberikan tiga langkah strategis yang dapat menjadi panduan bagi masyarakat dalam memilih calon pemimpin pada pemilihan kepala daerah (pilkada) di era digital saat ini.
Langkah pertama yang harus diperhatikan adalah rekam jejak dari calon pemimpin, yang diharapkan dapat mendorong para pemilih untuk tidak sembarangan dalam menentukan pilihan. Menurut Wasisto, memahami rekam jejak tersebut sangat penting karena berkaitan dengan kapabilitas, kompetensi, serta pengalaman masa lalu calon, yang tentunya akan berpengaruh terhadap kualitas pemerintahan yang akan datang.
Selanjutnya, poin kedua yang harus menjadi perhatian adalah jejak digital calon pemimpin. Dalam konteks kemajuan teknologi saat ini, jejak digital sering kali menjadi indikator utamanya. Ini memberikan preferensi alternatif yang bisa menentukan arah pilihan para pemilih. "Mengetahui jejak digital masa lalu calon pemimpin dapat memberikan gambaran tentang pola pikir dan aktivitas yang telah dilakukan oleh calon tersebut," ujar Wasisto.
Terakhir, kedekatan calon pemimpin dengan masyarakat merupakan faktor ketiga yang perlu dipertimbangkan, terutama bagi para pemilih pemula atau generasi muda. Kemiripan latar belakang, seperti pekerjaan, kegiatan sosial, dan keberadaan di media sosial, dapat menciptakan hubungan emosional antara calon dan pemilih. "Hubungan ini dapat membuat pemilih merasa terwakili," tambahnya.
Wasisto menekankan bahwa ketiga faktor ini adalah elemen kunci yang umumnya akan menjadi penentu dalam pemilihan, tanpa memandang daerah.
Dalam konteks Pilkada Serentak 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 1.553 pasangan calon kepala daerah yang akan berkompetisi di 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota. Penjelasan disampaikan oleh Anggota KPU RI, August Mellaz, yang menyebutkan angka tersebut merupakan hasil rekapitulasi setelah penetapan yang dilakukan oleh KPU di masing-masing wilayah pada tanggal 22 September 2023.
"Dari total 1.561 pasangan calon yang mendaftar ke KPU di tingkat provinsi, serta kabupaten dan kota, KPU telah menetapkan 1.553 pasangan calon," jelas Mellaz dalam keterangannya di Jakarta.
ANTARA
Strategi Memilih Pemimpin Dalam Pilkada Era Digital 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polres Bartim Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Green Policing di Pasar
Fredy Setiawan Raih Perak Para Bulu Tangkis, Akui Kurang Puas
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Komentar (0)
Memuat komentar…







