BANTEN –
**Borneonews - Serang**, Anggota DPRD Provinsi Banten, Yeremia Mendrofa, mengadvokasi pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di wilayahnya. Hal ini dianggap vital dalam rangka pencegahan serta penanggulangan bencana yang mungkin terjadi. Yeremia menyatakan bahwa pembentukan SPAB sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran para siswa dan juga tenaga pengajar mengenai potensi bencana, termasuk ancaman gempa bumi yang terkait dengan zona *megathrust*. Saat ini, sepertinya belum ada langkah konkret dari Pemerintah Provinsi Banten untuk mewujudkan SPAB ini. "Diperlukan langkah antisipatif mengingat adanya isu *megathrust*. Sekolah seharusnya memiliki satuan pendidikan yang fokus pada keamanan bencana," ungkap Yeremia. Ia menekankan bahwa mendirikan SPAB merupakan langkah mendesak yang tidak hanya sebatas mengadakan sosialisasi tentang kewaspadaan terhadap bencana. DPRD mendorong agar setiap sekolah tidak hanya menggelar sosialisasi, tetapi juga membentuk tim yang konkret untuk SPAB. "Kami telah mendorong agar sekolah-sekolah meningkatkan kesadaran risiko bencana dan mendirikan tim SPAB," ujarnya. Dalam kesempatan terpisah, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Virgojanti, menambahkan bahwa keberadaan SPAB sangat penting untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada para pendidik dan tenaga kependidikan. Ia menyadari bahwa hingga saat ini, SPAB belum terwujud di daerah Banten. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, harapannya adalah SPAB dapat segera dibentuk. Virgojanti menegaskan bahwa pembentukan SPAB tidak selalu harus menunggu ketersediaan anggaran, karena terdapat banyak inisiatif yang dapat diambil tanpa dana formal. "Jangan sampai sebelum kami siap, bencana sudah terjadi, hanya karena OPD fokus pada anggaran kegiatan," katanya. Program SPAB sendiri diatur melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program SPAB. Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menyatakan bahwa SPAB juga bisa diintegrasikan dalam kegiatan ekstrakurikuler, misalnya dalam kegiatan Pramuka atau Palang Merah Remaja. "Namun, pelaksanaan sosialisasi bencana harus disesuaikan dengan potensi bencana yang ada di masing-masing daerah. Selain BPBD yang aktif mengunjungi sekolah, terdapat juga institusi pendidikan yang berinisiatif untuk berkunjung langsung ke kantor BPBD Banten," tambahnya. ANTARA