**Borneonews - Jakarta**, Akademisi dari Universitas Al Azhar Indonesia dan juga seorang Doktor (S3) dalam Ilmu Politik dari Universitas Indonesia, Ujang Komarudin, menekankan pentingnya keterlibatan banyak pakar dalam bidang informasi dan teknologi (IT) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal ini diperlukan untuk memastikan keamanan dan integritas Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) yang akan digunakan dalam pemilihan mendatang.
Ujang berpendapat bahwa KPU harus terus memperkuat sumber daya manusia (SDM) yang ada. Upaya ini bertujuan agar pengelolaan dan perlindungan sistem dari potensi ancaman dapat dilakukan secara efektif. Ia menjelaskan, KPU perlu melibatkan berbagai ahli IT yang kompeten untuk menjaga keamanan sistem Sirekap, ungkapnya.
Ujang menambahkan bahwa sekadar memperkerjakan SDM yang mampu mengoperasikan sistem belumlah cukup. Diperlukan keahlian tambahan, seperti kemampuan untuk memberikan lapisan proteksi yang kuat dan melakukan perbaikan sistem secara berkelanjutan. Hanya individu yang kompeten dan memiliki keterampilan di bidang IT yang dapat menjaga keamanan sistem ini. Oleh karena itu, mereka harus diajak bekerja sama untuk membantu mengamankan sistem tersebut, tegas Ujang yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR).
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keakuratan dan keandalan data yang ditampilkan dalam Sirekap harus terjaga dengan baik. Hal ini penting untuk menghindari timbulnya kontroversi dalam penggunaannya di kemudian hari. Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU RI, Idham Holik, menyatakan bahwa Sirekap akan kembali digunakan dalam Pilkada 2024. Ia menegaskan bahwa KPU, bersama dengan para pengembang, telah melakukan perbaikan signifikan pada sistem komputasi.
Sehubungan dengan kapasitas *traffic* Sirekap, kami optimis bahwa *bandwidth* yang digunakan lebih besar, sehingga akan memperbaiki kinerja *traffic*-nya. Kami juga meningkatkan kemampuan pembacaan Sirekap untuk meningkatkan tingkat akurasi, jelas Idham.
Selain itu, Idham mengungkapkan bahwa simulasi penggunaan Sirekap telah dilaksanakan di dua lokasi, yaitu di Kota Depok, Jawa Barat, dan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Tingkat akurasinya mencapai lebih dari 99 persen. Kami yakin bahwa kinerja di masa depan akan lebih baik, dan kami akan melakukan sosialisasi yang lebih luas kepada masyarakat, tutupnya.
ANTARA
KPU Perkuat Keamanan Sirekap dengan Melibatkan Ahli IT
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







