**Borneonews - Solo**, Atlet asal Riau, Eirene Yosepine Ritonga, berhasil meraih medali emas pertama untuk cabang olahraga para-taekwondo pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII yang diselenggarakan di auditorium Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, pada hari Senin.
Dalam pertandingan yang berlangsung di kelas under 42 kg K44, Eirene sukses mengalahkan para-taekwondoin dari Jawa Tengah, Nafara Putri Salsabila. Kemenangan ini menjadi pencapaian signifikan bagi Eirene, yang menjalani kompetisi di cabang olahraga yang masih tergolong baru dalam ajang Peparnas.
Pada hari pertama pelaksanaan para-taekwondo di Peparnas XVII ini, kontingen Jawa Barat menunjukkan performa yang luar biasa dengan berhasil membawa pulang dua medali emas. Kedua atlet dari Jawa Barat berhasil melaju ke babak final di dua nomor yang berbeda. Di kategori under 57 kg K44, Meli Cahyani meraih kemenangan atas Suryani dari Jawa Tengah, sementara rekan satu timnya, Oriyana Putri, juga sukses mengalahkan Amanda Septiana dari Jawa Tengah di nomor under 47 kg K41.
Selain itu, dalam pertandingan di kelas under 80 kg K44, Syah Ruddin dari Sumatera Utara berhasil mengamankan medali emas setelah menaklukkan Alwi Yusron yang mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta di babak final.
Setelah timnya meraih prestasi ini, Eirene Yosepine mengungkapkan bahwa pencapaiannya di cabang olahraga ini melebihi ekspektasinya. Ia menyatakan, "Senang campur aduk. Puji Tuhan bisa mendapat emas." Eirene, yang juga merupakan mahasiswa Universitas Riau, menjalani pertandingan dengan mengikuti arahan pelatihnya.
Dalam pengakuannya, ia menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan fokus selama bertanding. Yang penting harus tenang, fokus. Main cantik agar dapat poin, tambahnya.
Pekan Paralimpiade Nasional XVII ini masih akan melanjutkan berbagai kompetisi dalam cabang olahraga para-taekwondo yang dijadwalkan berlangsung hingga tanggal 10 Oktober 2024 di auditorium UNS Surakarta.
ANTARA
Atlet Riau Eirene Ritonga Raih Emas Pertama di Peparnas XVII
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







