PALANGKARAYA –
**Borneonews - Tamiang Layang**, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Permukiman (PUPR Perkim) Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, sedang berupaya mempercepat pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut, yang kini telah mencatat kemajuan lebih dari 60 persen. Kepala Dinas PUPR Perkim Barito Timur, Yumail Paladuk, menyampaikan bahwa saat ini hanya tersisa tahapan pengaspalan yang perlu diselesaikan. Hal ini diungkapkannya saat memberikan keterangan di Tamiang Layang pada hari Senin. Lebih lanjut, Yumail menambahkan bahwa beberapa proyek peningkatan jalan, termasuk yang berada di Desa Murutuwu, Kecamatan Paju Epat, telah menunjukkan kemajuan yang baik, dengan deviasi positif mencapai enam persen dari volume pekerjaan yang direncanakan. Ia merasa optimis bahwa seluruh proyek dapat diselesaikan tepat waktu, mengingat waktu yang tersedia masih hingga Desember 2024. Pekerjaan yang menghubungkan Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, dengan Desa Murutuwu di Kecamatan Paju Epat, juga mencatat kemajuan yang melampaui target yang ditetapkan. Camat Paju Epat, Fredy Tangkasiang, menambahkan bahwa perbaikan jalan yang dilakukan merupakan hasil dari aspirasi masyarakat setempat. Menurutnya, jalan yang sebelumnya dalam kondisi rusak parah kini telah diperbaiki, sehingga memberikan kenyamanan bagi pengguna, terutama warga lokal. Fredy menegaskan bahwa keberadaan ruas jalan tersebut sangat krusial bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, membawa hasil pertanian, hingga kegiatan lainnya di Tamiang Layang. Ia menjelaskan bahwa sebelum diperbaiki, perjalanan dari rumah menuju kantor bisa memakan waktu lebih dari 30 menit. Namun, setelah perbaikan, waktu tempuh telah berkurang menjadi sekitar 10 hingga 15 menit. Fredy juga menyampaikan ucapan terima kasih dari masyarakat atas peningkatan kualitas jalan di wilayah mereka. “Warga sangat senang dengan perubahan ini dan berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap infrastruktur di daerah kami," pungkas Fredy. ANTARA