**Borneonews - Lebak**, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, berhasil menggenjot pendapatan ekonomi petani lokal hingga mencapai Rp6 miliar dengan melakukan tiga kali musim panen setiap tahun.
Ketua Gapoktan Desa Tambakbaya, Ruhiana, menjelaskan bahwa mayoritas masyarakat di daerah tersebut bekerja sebagai petani padi. Mereka menggarap lahan seluas 80 hektare dengan rata-rata hasil produksi mencapai lima ton gabah per hektare. Dengan luas tanam yang terdapat, total gabah yang dihasilkan mencapai 400 ton, yang jika dikonversikan setara dengan 200 ton beras.
Di tingkat petani, harga beras berkisar Rp10 ribu per kilogram. Dengan hasil tersebut, petani dapat meraih pendapatan sekitar Rp2 miliar setiap kali musim panen. "Apabila dihitung selama tiga kali panen, maka perputaran uang yang tercipta dapat mencapai Rp6 miliar per tahun," ungkap Ruhiana.
Ia menambahkan bahwa kehidupan masyarakat petani di wilayah tersebut tergolong sejahtera, karena dapat menyerap banyak tenaga kerja lokal. Dalam proses pengelolaan sawah seluas satu hektare, para petani mempekerjakan sekitar 20 orang, mulai dari persemaian benih, pengolahan tanah menggunakan traktor, penanaman padi, hingga pemupukan dan panen.
Para pekerja di sawah tersebut mendapatkan upah harian sebesar Rp70 ribu per orang dari pemilik lahan. "Dengan luas 80 hektare yang mempekerjakan rata-rata 20 orang per hektare, totalnya ada sekitar 1.600 orang yang terserap dalam kegiatan pertanian ini," katanya.
Salah seorang petani bernama Arman, yang berusia 45 tahun, mengungkapkan bahwa ia kini mulai melakukan percepatan tanam seiring dengan datangnya musim penghujan. Arman menanami lahan seluas satu hektare dan mempekerjakan 20 orang dengan imbalan yang sama, yaitu Rp70 ribu per hari.
"Rencananya, kami akan melakukan panen pada September 2024, dengan proyeksi pendapatan mencapai Rp25 juta. Setelah dikurangi biaya produksi dan upah yang mencapai Rp15 juta, keuntungan bersih yang kami peroleh adalah Rp10 juta per musim panen," jelas Arman.
Dari pihak pemerintah, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, menyatakan harapannya agar para petani yang telah panen dapat kembali melaksanakan gerakan percepatan tanam. Langkah ini akan mendukung swasembada pangan serta peningkatan ekonomi bagi para petani. "Kami menargetkan akan ada luas tanam mencapai 10 ribu hektare pada Oktober 2024," pungkas Deni.
ANTARA
Pendapatan Petani Lebak Capai Rp6 Miliar melalui Pertanian Berkelanjutan
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
PSMS Bertekad Kembali ke Jalur Kemenangan Saat Menjamu PSIS
Polsek Katingan Hulu Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Pasar Tumbang Sanamang
Puluhan Calon Jamaah Umrah Terpaksa Naik Kapal Dampak Terganggunya Penerbangan di Kobar
Kemenhub: Seluruh Penumpang dan Awak Pesawat Asian One Selamat
Bobon Santoso Hubungi Seskab Teddy, Bantuan Presiden untuk Korban Asap Karhutla Palangka Raya Disiapkan
Terekam CCTV Membobol Warung di Kuala Kapuas, Barang Curian Dikembalikan
Komentar (0)
Memuat komentar…







