JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin, menyatakan bahwa reformasi birokrasi nasional telah bergerak dalam arah yang benar dan memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan nasional selama hampir dua dekade terakhir. Dalam pernyataannya, Wapres mengungkapkan bahwa dalam lima tahun terakhir, sejumlah capaian telah dirasakan. Salah satu prestasi yang menonjol adalah seluruh instansi pemerintah telah melaksanakan reformasi birokrasi. Pernyataan tersebut disampaikan saat ia memimpin Rapat Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional (KPRBN) yang berlangsung di Auditorium Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta pada hari Senin. Pada tahun 2023, sebanyak 34 provinsi serta 270 kabupaten dan kota telah berhasil meraih predikat Reformasi Birokrasi (RB) dalam kategori B ke atas. Hal ini menunjukkan bahwa proses penyederhanaan birokrasi telah dilaksanakan dengan baik, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah yang diambil untuk menyederhanakan birokrasi berjalan dengan lancar. Lebih lanjut, Wapres menjelaskan bahwa reformasi birokrasi yang bersifat tematik telah menghasilkan dampak positif, termasuk penurunan tingkat kemiskinan, peningkatan investasi, serta peningkatan penggunaan produk domestik. Selain itu, reformasi tersebut juga berkontribusi dalam penurunan inflasi yang terjadi saat ini. Dalam upaya memperbaiki pelayanan kepada masyarakat, pemerintah terus mengembangkan Mal Pelayanan Publik (MPP) dan MPP yang berbasis digital. Pengembangan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam mendapatkan layanan publik. “Dengan pengintegrasian seluruh pelayanan publik dalam satu lokasi, masyarakat akan lebih mudah dalam mengakses layanan yang mereka butuhkan,” ujar Wapres. Sebagai Ketua Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional, Wapres juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi pada pencapaian ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak dapat dipisahkan dari komitmen yang kuat dan kerja sama yang efektif di antara semua pihak terkait. Namun, Wapres menegaskan bahwa pencapaian yang diraih sejauh ini hanya merupakan langkah awal dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Ia berharap agar reformasi birokrasi yang sedang berjalan di Indonesia dapat terus berlangsung secara berkesinambungan. “Saya mengharapkan agar pelaksanaan reformasi ini dapat terus berlanjut dan semakin mendekatkan kita pada visi Indonesia menjadi birokrasi yang berkelas dunia,” harapnya. ANTARA