SEMARANG –
**Borneonews - Solo**, Kontingen dari Kalimantan Timur menetapkan target ambisius dengan berupaya meraih lima medali emas dalam cabang olahraga *Boccia* pada ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII tahun 2024 yang berlangsung di GOR Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah. Pelatih tim *Boccia* Kalimantan Timur, Muhammad Adiyaksa Putra, menyampaikan bahwa untuk Peparnas kali ini, mereka membawa sepuluh atlet terbaik. Ia menjelaskan bahwa permainan yang akan dilakoni tidak jauh berbeda dengan kontingen lain, namun yang membedakan adalah strategi permainan yang diterapkan. "Performa permainan memang sama, namun berbeda dalam hal strategi yang diterapkan. Persaingan ini cukup ketat, tergantung pada siapa lawan kami," ungkap Muhammad Adiyaksa. Ia juga menyatakan keyakinannya akan kemampuan timnya untuk bersaing di arena ini. Di sisi lain, Arnold Ruben Epaa, Pelatih dari Kontingen Papua Barat, menyatakan bahwa Peparnas kali ini merupakan momen pembelajaran untuk seluruh atlet dan kontingennya. Ia menekankan pentingnya pengalaman yang didapat dalam persiapan menuju Peparnas yang akan datang. "Ajang ini sangat berharga sebagai pembelajaran untuk atlet kami. Selain itu, kami berharap ini menjadi bekal untuk persiapan pada Peparnas empat tahun mendatang," jelas Arnold. Arnold juga mengapresiasi bahwa saat ini Peparnas tidak hanya sekadar menjadi ajang olahraga rekreasi, tetapi juga berfokus pada aspek prestasi. "Kami berharap akan ada lebih banyak atlet *Boccia* dari Papua Barat yang bisa masuk dalam pelatnas," tambahnya. Senada dengan pandangan tersebut, atlet *Boccia* asal Provinsi Jawa Tengah, Gischa Zayana, berpendapat bahwa event ini sangat baik untuk regenerasi atlet. Ia merasa perkembangan para atlet saat ini menunjukkan kemajuan yang signifikan. "Perkembangannya saat ini cukup baik. Sepertinya jika mereka mendapatkan pelatihan yang lebih lama, kemampuannya bisa lebih meningkat lagi. Ajang seperti ini juga berfungsi untuk mencari bibit atlet baru," ujar Gischa. Ia menekankan kepada para atlet baru untuk tidak merasa inferior atau takut saat menghadapi lawan. "Jangan khawatir dengan siapa pun yang menjadi musuh. Yang terpenting adalah semangat, terus berlatih, dan jika ada kesempatan, pasti bisa meraih sukses," tutup Gischa dengan penuh optimism. ANTARA