BORNEONEWS, Muara Teweh - Banyaknya mobil yang parkir hingga berhari-hari bahkan diinapkan oleh pemiliknya di salah satu bangunan Water Front City (WFC) menggangu keindahan ikon kota Muara Teweh yang dibangun dengan biaya tidak sedikit.
“Niat awal membangun WFC ini untuk memperindah kota di tepian Sungai Barito, sekaligus juga untuk Ikon Kota Muara Teweh yang bisa menarik perhatian masyarakat dari dalam daerah ataupun luar daerah. Bukan untuk tempat parkir mobil. Bahkan sekarang banyak yang sampai bermalam atau menginapkan mobilnya di bangunan itu, karena hal ini akan mengurangi keindahan WFC,” kata Hj Nurul Ainy, Ketua Komisi A DPRD Barito Utara, Senin (22/8/2016).
Untuk itu, ia meminta Dishubkominfo bersama dengan Satpol PP Barito Utara agar dapat turun kelapangan menertibkan mobil-mobil yang di parkir di bangunan WFC. Sedangkan kepada Dinas Kebudayaaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dishubkominfo) agar dapat benar-benar mengelola WFC sehingga menjadi tampak lebih indah, tertib, rapi dan menarik masyarakat.
“Ini juga sesuai harapan pimpinan daerah kita, membuat WFC agar daerah di tepian Sungai Barito lebih tertata dengan baik, rapi dan indah. Oleh karena itu Dinas terkait harus betul-betul dalam memanfaatkannya sehingga WFC ini bisa menjadi tempat wisata masyarakat, baik yang berasal dari dalam daerah atau pun luar daerah yang berkunjung ke daerah ini,” katanya.
Politisi Parpol PPP ini juga menyoroti berbagai tanaman bunga yang ada di bangunan WFC tersebut yang kurang terawat baik. “Kita harapkan pemeliharaan tanaman-tanaman yang ada di bangunan WFC ini dilakukan sebaik-baiknya, karena keberadaan tanaman itu akan semakin memperindah bangunan itu,” katanya. (RAMADANI/m)








