PALU –
**Borneonews - Poso**, Kepolisian Resor Poso yang berada di bawah naungan Polda Sulawesi Tengah mengajak masyarakat, khususnya Pemerintah Desa Rato'ombu beserta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat atau *kamtibmas*. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan terhadap masuknya paham radikalisme dan intoleransi di wilayah tersebut. Pada kesempatan ini, Kasi Humas Polres Poso, AKP Basirun Laele, yang berbicara pada hari Senin, menjelaskan bahwa dalam upaya menjaga kamtibmas, pihak kepolisian melalui Rohaniawan Kamtibmas, Aiptu Halput Tarusu, telah melaksanakan pertemuan tatap muka dengan jajaran Pemerintah Desa Rato'ombu. Pertemuan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan dan keberhasilan Operasi Madago Raya 2024 yang diadakan di Kabupaten Poso. Basirun menekankan bahwa salah satu peran penting dari rohaniawan adalah mencegah penyebaran paham radikalisasi serta intoleransi dalam komunitas. Ia mendorong tokoh agama dan masyarakat untuk selalu menjalin kerja sama dengan kepolisian dalam menjaga situasi keamanan yang kondusif, serta mengutamakan kerukunan dan toleransi antar-umat beragama. Ia juga mengajak warga untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika terdapat gangguan kamtibmas. "Mari kita pelihara kerukunan dan toleransi antar-umat beragama demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," tegasnya. Kegiatan tatap muka ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Rato'ombu. Mereka menunjukkan dukungan terhadap upaya kepolisian dalam menciptakan keamanan dan diajak untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan yang damai. "Masyarakat desa Rato'ombu sangat mendukung setiap program yang bertujuan untuk menjaga kedamaian di daerah itu," ungkap Basirun. Harapannya, pertemuan antara Polri dan masyarakat ini dapat memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas dan keamanan di Kabupaten Poso. "Pertemuan semacam ini adalah langkah penting dalam membangun komunikasi yang efektif antara kepolisian dan masyarakat untuk menciptakan kondisi yang aman, damai, serta kondusif," tutupnya. Dengan informasi yang telah disampaikan, diketahui bahwa Operasi Madago Raya akan dilanjutkan pada tahap IV, yang akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2024. ANTARA