KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Posyandu Seger Waras, Desa Warna Sari, Kecamatan Tamban Catur, Kabupaten Kapuas mengikuti lomba posyandu terbaik tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tahun 2024.

Dalam lomba tersebut juga sudah dilaksanakan penilaian lapangan dari Tim Penilai lomba.

Posyandu ini terpilih mewakili Kabupaten Kapuas setelah melalui serangkaian seleksi di tingkat kabupaten, sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Bupati Kapuas Nomor 582 Tahun 2024.

Dalam penilaian tersebut dihadiri Pj Bupati Kapuas, Darliansjah, M.Si., Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas, Kepala OPD terkait, serta para kader dan masyarakat setempat.

Kegiatan ini bertujuan untuk menilai kualitas dan inovasi Posyandu yang telah dikembangkan oleh para kader di Posyandu Seger Waras. 

--page

Posyandu Seger Waras mengembangkan berbagai inovasi guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam pencegahan stunting. 

Salah satunya adalah penyediaan air layak minum melalui depo air minum isi ulang yang dikelola oleh BUMDes. Inisiatif ini memberikan layanan gratis bagi ibu hamil dan keluarga berisiko stunting, membantu menjaga kesehatan mereka.

Selain itu, Posyandu Seger Waras juga memiliki program simpanan ibu mengandung (Sim Budung) dan Arisan Balita yang memberikan dukungan finansial bagi ibu hamil dan balita yang membutuhkan. 

Inovasi lain termasuk kewajiban bagi kader dan anggota Posyandu untuk menanam tanaman obat keluarga (toga), yang bisa dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional.

Pj. Bupati Kapuas, Darliansjah mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan oleh Posyandu Seger Waras. 

"Harapannya agar Kabupaten Kapuas dapat meraih penghargaan di tingkat provinsi dan menjadikan Posyandu Seger Waras sebagai role model untuk Posyandu lain di Kabupaten Kapuas," katanya, Senin, 7 Oktober 2024.

Dengan dukungan dari seluruh pihak, baik pemerintah, OPD, maupun masyarakat, Posyandu Seger Waras diharapkan dapat terus berinovasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya dalam upaya menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak. (DODI/Y)