AMBON –
**Borneonews - Ambon**, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa pelaksanaan proyek Blok Masela akan melibatkan keterlibatan yang signifikan dari masyarakat setempat, khususnya anak-anak Maluku. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa pentingnya wilayah timur Indonesia dalam konteks ketahanan energi menjadi sorotan utama. Menurutnya, Blok Masela merupakan salah satu sumber daya alam yang diharapkan dapat menjadi unggulan di kawasan tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Ambon. Bahlil menegaskan bahwa pihaknya telah menginformasikan kepada Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Jika ke depannya diberikan kepercayaan kembali sebagai Menteri ESDM, ia berkomitmen untuk memberikan kuota yang lebih besar bagi anak Maluku dalam proyek ini. "Ide ini bertujuan agar anak Maluku dapat merencanakan masa depan mereka melalui pengelolaan sumber daya energi yang ada," jelas Bahlil. Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi di Maluku harus berperan aktif dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten untuk bekerja di proyek *gas abadi* Masela. Bahlil menekankan pentingnya agar tenaga kerja lokal mampu bersaing dan berperan di daerahnya sendiri. Hal ini diharapkan dapat mengurangi potensi kecemburuan sosial yang mungkin muncul apabila tenaga kerja dari luar Maluku dilibatkan dalam proyek ini. "Orang-orang berbakat perlu lahir dari wilayah timur, dan ini adalah tanggung jawab universitas untuk mempersiapkan mereka," tutupnya. Saat ini, Blok Masela dalam tahap pengembangan dengan konsorsium yang terdiri dari Pertamina, Inpex, dan Petronas, diharapkan konstruksi proyek ini dapat dimulai pada tahun 2026. Di sisi lain, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sedang mengupayakan percepatan dalam pengembangan proyek gas di Tanimbar, Maluku. Proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional Indonesia yang diharapkan memiliki kapasitas produksi mencapai 9,5 juta metrik ton per tahun untuk *Liquefied Natural Gas* (LNG), 150 juta standar kaki kubik gas per hari melalui pipa, dan sekitar 35.000 barel kondensat per hari. Target operasional untuk proyek ini dijadwalkan pada kuartal IV tahun 2029. ANTARA