KUPANG –
**Borneonews - Kupang**, Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, mengungkapkan bahwa kehadiran sebuah unit kapal *ferry* Roro yang dimiliki oleh PT Dharma Lautan Utama (DLU) di Kota Kupang memberikan dampak yang signifikan terhadap perputaran ekonomi di wilayah tersebut. Ia menyatakan kebahagiaannya dengan kehadiran kapal tersebut, yang diyakini akan membawa berbagai manfaat bagi perekonomian lokal. Pernyataan ini disampaikan oleh Lusi setelah peluncuran pelayaran perdana KMP Dharga Rucitra VIII yang menghubungkan pelabuhan Kupang dengan Ende, Labuan Bajo, Lembor, dan Surabaya. Menurut Lusi, kolaborasi yang terjalin antara Serena Francis dan manajemen PT DLU menunjukkan adanya komitmen untuk meningkatkan layanan transportasi laut di Kota Kupang. Lebih lanjut, Lusi menekankan bahwa kedatangan kapal ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara para politisi dan pengusaha. Kehadiran kapal *ferry* ini pun diharapkan akan mempermudah akses bagi penduduk, khususnya bagi warga Kota Kupang yang ingin berlibur ke lokasi-lokasi seperti Ende atau Labuan Bajo. Hal ini menjadi semakin relevan mengingat tarif tiket pesawat yang saat ini berkisar sekitar Rp1 juta untuk tujuan Ende dan hampir Rp2 juta untuk Labuan Bajo. Kehadiran kapal ini tidak hanya menjawab kebutuhan perjalanan masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada penurunan harga barang kebutuhan pokok di Nusa Tenggara Timur (NTT). Proses pengiriman barang yang dilakukan melalui kapal ini memfasilitasi pengangkutan kendaraan serta barang sirkulasi lainnya. Dalam hal tarif perjalanan, Lusi memberikan contoh bahwa biaya tiket menuju Ende cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp200 ribu, sedangkan untuk Labuan Bajo, tarifnya mencapai Rp450 ribu per orang. Kepala KSOP Kupang, Simon Bonefasius Baon, menambahkan bahwa penambahan dua kapal *ferry* Roro di Kupang juga berdampak positif terhadap tarif pengiriman barang dari Surabaya ke Kupang. Ia menunjukkan penurunan tarif pengiriman kargo, yang semula mencapai Rp13 juta per kontainer, kini menjadi Rp8 juta, yang mencerminkan efisiensi yang telah dicapai. Dengan penambahan armada baru ini, diharapkan tidak hanya membantu masyarakat dalam bepergian dengan tarif yang lebih murah, tetapi juga dapat menurunkan harga barang kebutuhan pokok yang dikirim dari Surabaya. Bambang Haryo Soekartono, pemilik PT DLU, yang juga memiliki KMP Dharma Rucitra dan Dharga Kartika, menegaskan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di NTT melalui kehadiran kapal baru ini. Meskipun saat ini belum menguntungkan secara finansial, Bambang optimis bahwa mereka akan berupaya menghasilkan pemasukan lain agar dapat menawarkan harga tiket yang terjangkau, seperti Rp200 ribu untuk perjalanan sekali jalan ke Ende, dalam paket yang juga sudah termasuk satu kali makan dan fasilitas lainnya di atas kapal. ANTARA