**Borneonews - Ternate**, Universitas Khairun (Unkhair) di Ternate, Maluku Utara, baru-baru ini meluncurkan program sosialisasi mengenai inovasi pemanfaatan limbah pertanian sebagai media penyaring air. Inisiatif ini ditujukan untuk pengolahan air bersih skala rumah tangga yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat.
Menurut Badrun Ahmad, ST, MT, dosen Program Studi Teknik Sipil Unkhair, kegiatan ini tidak hanya bersifat sosialisi tetapi juga diikuti dengan penerapan teknologi sederhana yang dapat menyaring air yang terkontaminasi limbah rumah tangga. Instalasi sistem penyaringan ini direncanakan akan dilakukan di Desa Braha, Halmahera Barat, di mana masyarakat setempat dapat memanfaatkan air hasil pengolahan menggunakan alat filter tersebut.
Badrun menjelaskan bahwa program ini mendapatkan dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diusulkan melalui situs web Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) Kemdikbud yang kemudian disetujui untuk dilaksanakan, tambahnya.
Alat penyaring tersebut diharapkan dapat menjadi model yang dapat ditiru oleh masyarakat jika mereka ingin membuat alat serupa untuk mengolah air sebelum dikonsumsi. Ia menekankan pentingnya mengonsumsi air yang telah mengalami proses penyaringan, mengingat ada bukti penelitian yang menunjukkan dampak buruk bagi kesehatan jika air yang dikonsumsi tidak diolah dengan baik.
Badrun menegaskan bahwa mengkonsumsi air tanpa proses penyaringan dapat menyebabkan beragam penyakit, seperti diare, akibat kandungan bakteri *E. coli* yang berlebihan serta zat-zat kimia berbahaya yang sering kali terdapat dalam air yang tidak diolah. Selain itu, air yang tidak melalui proses penyaringan juga dapat mengandung zat pencemar seperti logam berat dan pestisida.
Sebagai pengampu mata kuliah rekayasa penyehatan lingkungan, Badrun menyoroti bahwa logam berat tidak diperlukan oleh tubuh manusia dan dapat menjadi berbahaya jika terakumulasi dalam jumlah besar. Banyak air yang kita gunakan mengandung logam berat, mineral berlebihan, dan pestisida yang berasal dari aktivitas pertanian, ujarnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa air yang terkontaminasi logam berat dan zat organic berbahaya harus disucikan dengan menggunakan alat penyaring yang memanfaatkan berbagai media filter untuk proses adsorpsinya. Oleh karena itu, Unkhair terus berupaya mensosialisasikan inovasi berupa pemanfaatan limbah pertanian sebagai media filtrasi air demi meningkatkan kesadaran masyarakat.
Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat desa Braha dapat lebih menyadari pentingnya mengolah airnya sebelum dikonsumsi, ujarnya.
Badrun juga menambahkan bahwa filter air yang hasilnya terbukti efektif untuk menyaring air berbasis tradisional, sehingga tidak memerlukan investasi pada alat penyaring yang mahal. Media filter bisa berasal dari daun dan kulit buah yang merupakan limbah perkebunan dan pertanian.
Bahan yang efektif dalam menyaring logam berat dan pestisida sudah banyak dibahas dalam jurnal-jurnal ilmiah baik nasional maupun internasional, paparnya.
Harapannya dengan penyampaian informasi ini, masyarakat Desa Braha akan tergerak untuk menyaring air konsumsi mereka dengan memanfaatkan limbah pertanian yang tersedia di lingkungan mereka. Kami tidak berhenti pada sosialisasi ini saja, tetapi akan melanjutkannya dengan pembuatan alat penyaring air sederhana untuk masyarakat desa Braha sebagai langkah menuju akses air bersih yang lebih baik, tambahnya.
ANTARA
Universitas Khairun Sosialisasikan Inovasi Filter Air Berbasis Limbah Pertanian
Bagikan:

AMBON –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







