JAKARTA –
**Borneonews - Kairo**, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo, Abdul Muta’ali, baru-baru ini menerima penghargaan dari *Council of Ambassadors European Board for Peace, Tolerance, and Sustainable Development* atas dedikasinya dalam layanan pendidikan. Penyerahan penghargaan tersebut berlangsung di Provinsi Ismailiyyah, Mesir, pada Jumat, 4 Oktober. Sejak ditugaskan pada tahun 2023, Atase Pendikbud KBRI Kairo telah mencatat berbagai prestasi signifikan di sektor pendidikan. Beberapa pencapaian yang berhasil diraih termasuk pembentukan kerja sama di bidang pendidikan, promosi bahasa dan budaya Indonesia, rekomendasi bagi peningkatan tata kelola pendidikan, serta penguatan jati diri kebangsaan bagi para pelajar dan diaspora Indonesia yang berada di Mesir. Dalam upaya memajukan pendidikan, Atase Muta’ali berhasil memfasilitasi kerja sama antara Al-Azhar dan Kementerian Agama Republik Indonesia, setelah sebelumnya terhenti dalam waktu cukup lama. Selain itu, ia juga berperan penting dalam realisasi pembentukan Pusat Pengembangan Pembelajaran bagi mahasiswa asing (*Markaz Tatwir*), berkoordinasi dengan Kemenag sebagai satu-satunya lembaga yang diberi otoritas oleh Al-Azhar Mesir untuk melakukan seleksi masuk ke Universitas Al-Azhar. Muta’ali tidak hanya berfokus pada hubungan formal, tetapi juga menjembatani kerja sama antara Sekolah Indonesia di Kairo dan Al-Azhar dalam hal penguatan nalar, *quantum*, dan penghafalan Al-Qur’an. Upaya sinergis ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi siswa-siswa Indonesia yang menuntut ilmu di Mesir. Lebih lanjut, Atase Pendidikan dan Kebudayaan ini juga berkolaborasi dengan Rektor Universitas Qanal Suez untuk menciptakan lingkungan yang mendukung mahasiswa Indonesia dalam menulis jurnal internasional bereputasi. Inisiatif ini diharapkan mampu memfasilitasi perkembangan akademis yang lebih luas bagi mahasiswa di Mesir. Salah satu contoh sukses dari upaya ini adalah Muhammad Abqory, seorang siswa dari Sekolah Indonesia Kairo, yang berhasil menjadi finalis dalam Olimpiade Sains Nasional di bidang Matematika. Pencapaian ini menunjukkan dampak positif dari berbagai program pendidikan yang telah dicanangkan. Dalam hal promosi bahasa dan budaya Indonesia, Atase juga mengembangkan pembukaan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas Bahasa dan Tarjamah di Universitas Al-Azhar El-Syarif, yang direncanakan mulai dibuka pada tahun 2025. Mahasiswa yang terlibat dalam program ini akan diajak untuk berpartisipasi dalam penyediaan konten berita berbahasa Indonesia melalui kerja sama dengan Nile TV Mesir. Nantinya, hal ini diharapkan dapat lebih memperkenalkan dan memperkuat keberadaan bahasa dan budaya Indonesia di negara tersebut. ANTARA