**Borneonews - Bandung**, Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, mengajak semua pihak untuk mengambil peran dalam mengantisipasi terulangnya kasus asusila yang melibatkan remaja. Kasus tersebut, yang belakangan ini viral di media sosial, terjadi di Kuningan.
Bey menggarisbawahi pentingnya meningkatkan komunikasi dengan para pelajar dan memberikan perhatian yang lebih besar terhadap mereka. Upaya ini dianggap krusial untuk mencegah insiden yang memprihatinkan tersebut agar tidak terulang. Saya mendesak agar lebih banyak komunikasi dengan siswa dilakukan, khususnya melalui tokoh masyarakat dan tokoh agama, tidak hanya di Kuningan. Saya sudah menyampaikan kepada Plh Kadisdik Jabar mengenai hal ini. Tokoh agama dan masyarakat perlu terlibat dalam berbicara di sekolah-sekolah, ujarnya saat menghadiri acara di Universitas Padjadjaran, Bandung.
Lebih jauh lagi, Bey meminta Dinas Pendidikan dan pihak-pihak terkait untuk mencari langkah-langkah solusi yang efektif demi menjaga generasi muda di Jawa Barat. Khususnya di Kuningan, Kantor Cabang Dinas (KCD) telah memanggil sekolah, siswa, dan orang tua. Kami juga perlu berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi yang tidak hanya mitigasi saja, tetapi juga langkah-langkah pencegahan. Saat ini, diskusi mengenai hal ini masih berlangsung, tambah Bey.
Mengenai insiden di Kuningan, diketahui dua remaja pria yang masih berstatus pelajar SMP dan SMA terlibat dalam hubungan sesama jenis di dalam sebuah ruang kelas SD yang berdekatan dengan rumah salah satu pelaku. Aksi yang sangat tidak pantas tersebut direkam dan kemudian tersebar di media sosial.
Bey mengungkapkan keprihatinannya terkait kasus ini dan memastikan bahwa permasalahan tersebut sudah ditindaklanjuti oleh Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jabar. Dia juga mendapatkan informasi bahwa kedua remaja tersebut akan dipindahkan dari sekolah mereka saat ini. KCD sudah menindaklanjuti dengan pihak aparat setempat. Orang tua dari kedua anak tersebut juga sudah dipanggil. Solusi yang diambil adalah pemindahan sekolah. Itu informasi yang saya terima hingga sekarang, tutup Bey.
Sebagai informasi tambahan, video yang memperlihatkan tindakan penyimpangan seksual antara dua remaja tersebut berdurasi 3 menit 24 detik dan beredar luas di internet. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa perbuatan cabul ini terjadi pada siang hari, di dalam ruang kelas SD yang terletak tidak jauh dari lokasi tinggal pelaku di Kuningan.
ANTARA
Upaya Gubernur Jabar Antisipasi Kasus Asusila Remaja di Kuningan
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







