BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Habib H Said Ismail kecewa dengan kondisi kantor Dinas Pekerjaan Umum Kalteng. Wagub Kalteng menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Dinas PU Kalteng, di Palangka Raya, Senin (22/8/2016). Wagub sangat kecewa karena menemukan kondisi kantor kurang bersih dan absensi elektronik yang rusak sejak awal 2016 hingga kini belum diperbaiki. Ia memberi waktu sepekan untuk membenahi semuanya.

“Sidak di Dinas PU Kalteng, saya terus terang sangat kecewa, karena absensi elekronik tidak bisa diprint. Saya mau lihat daftar kehadiran aparatur sipil negara (ASN) saja di sini tidak bisa. Alatnya rusak bahkan dari Januari hingga kini tidak juga diperbaiki,” ucap Wagub Kalteng, Habib H Said Ismail kepada wartawan, saat sidak.

Menurut mantan anggota DPD RI ini, absensi merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk mengetahui kehadiran pegawai, untuk memonitor kinerja dan keaktifan para ASN.

Wagub juga kecewa melihat kebersihan di lingkungan DPU. Ia menyebutkan, ruang kadis bersih, tapi sekitar halaman, lorong-lorong di sekitar ruangan lain tidak. "DPU ini semestinya contoh bagi dinas lain, karena di sini tugasnya membangun, memelihara. Kantor saja tidak bisa dipelihara bagaimana memelihara yang lain yang menjadi tugas/tanggungjawab mereka.”

Wagub mengatakan, hasil sidak kali ini merupakan catatan penting bagi kadis PU dan jajarannya untuk memperbaiki kinerja dan pelayanannya. Ia menegaskan, tidak ingin melihat hal yang sama lain waktu. Ia minta dalam sepekan ini harus diperhatikan baik absensi dan kebersihan kantor.

"Kalau tidak, ada sanksi perputaran terkait kinerja. Kita ingin melihat kinerja ASN,  baik esellon II, III dan IV yang baik, bagi yang tidak mau memperbaiki kinerja, apa salah diganti, kita cari yang mau dan mampu menduduki jabatan itu,” tegasnya.

Sementara itu, Kasubag Umum dan Kepegawain DPU Kalteng, Isnaniah kepada wartawan mengatakan, memang mesin absen sudah rusak sejak awal tahun, dan pihaknya juga sudah meminta pihak pengadaan alat untuk memperbaiki.

“Kita sudah minya pak Yan yang dulunya mengadakan alat itu untuk memperbaiki, tapi hingga sekarang masih belum diperbaiki. Kita minta orangnya mau, tapi hingga sekarang tidak juga diperbaiki,”jelasnya.

Terkait absensi menurutnya bahwa pihaknya sudah membuat edaran kepada masing-masing bidang untuk dilakukan secara manual.

“Kita sudah buat edaran, kalau mesin absen elektronik rusak, kita absen manual, dan sudah berjalan selama ini, dan absen manual yang digunakan selama ini untuk keperluan pembayaran tunjangan pegawai dan lainya,”katanya.

Dikatakan bahwa pihaknya berjanji akan memperbaiki mensin absensi tersebut dalam waktu segera.

“Kita akan minta lagi hari ini pak Yan untuk memperbaiki. Kalau tidak kita minta orang lain yang mau. Mudahan hari ini bisa,”ucapnya.

Sementara itu terkait kebersihan lingkungan kantor, menurutnya ada sekitar 20 orang tenaga kontrak di sana.  “Tadi memang mereka lupa membuang sampah yang ada. Adanya hal ini akan menjadi perhatian ke depan bagi petugas kebersihan,” katanya. (ARIANATA/N).