BANJARMASIN –
**Borneonews - Barito Kuala**, Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) yang terletak di Kalimantan Selatan, telah mengirimkan tim untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tim ini bertujuan untuk memberikan bimbingan kepada warga di Kampung Inggris Transmigrasi, yang berada di Kabupaten Barito Kuala. Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Poliban, Rizky Amelia, menyatakan bahwa kegiatan ini berkaitan erat dengan pengelolaan keuangan serta pembelajaran *Bahasa Inggris*. Tim PKM Poliban melaksanakan pelatihan di Kampung Inggris, yang merupakan bagian dari Desa Karang Indah di Kecamatan Mandastana. Pelatihan ini dirancang agar masyarakat dapat memahami dan mempraktikkan pencatatan keuangan yang sederhana serta anggaran biaya belajar. Di samping itu, mereka juga diajarkan tentang rekruitmen relawan serta integrasi teknologi dalam media pembelajaran Bahasa Inggris menggunakan platform *storyjumper*. Kegiatan ini terbagi menjadi tiga tahap, yang dimulai pada 6 Oktober dan dilanjutkan pada 19 serta 24 Oktober 2024. Rizky menyebutkan bahwa program hibah pengabdian kepada masyarakat batch III tahun 2024 ini didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (DRTPM). Fokus utama dari rangkaian kegiatan ini adalah mendidik masyarakat dalam melakukan pencatatan keuangan yang sederhana, dengan cara yang lebih efektif. Melalui pengetahuan ini, diharapkan masyarakat dapat mengelola keuangannya dengan baik, guna mendukung keberlanjutan usaha dan meningkatkan kesejahteraan di Kampung Inggris Transmigrasi. Dalam pelatihan ini, Rizky juga memperkenalkan cara merancang anggaran biaya belajar, yang penting bagi keluarga untuk lebih terstruktur dalam perencanaan kegiatan. Salah satu program unggulan dari kegiatan ini adalah rekrutmen relawan. Program ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan di Kampung Inggris Transmigrasi dengan melibatkan kaum muda dan para profesional yang peduli dengan pendidikan. Dia berharap para relawan dapat memberikan dukungan dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan edukatif di masa yang akan datang. Selain itu, kegiatan ini juga mengedepankan integrasi teknologi dalam pembelajaran bahasa Inggris melalui platform interaktif *Storyjumper*. Dengan teknologi ini, peserta didorong untuk lebih aktif dan memahami materi pembelajaran bahasa Inggris dengan lebih mudah. Agus, Ketua Kampung Inggris Transmigrasi, mengungkapkan bahwa kampung ini telah berdiri sejak tahun 2012 sebagai bagian dari usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah transmigrasi. Namun, ia juga mencatat adanya pasang surut dalam pelaksanaan kegiatan di Kampung Inggris. Dia sangat menghargai kehadiran Tim PKM Poliban dan berharap ini dapat memacu semangat bersama dalam mengembangkan Kampung Inggris Transmigrasi di masa depan. Agus menambahkan, "Kami sangat terbantu dengan upaya pembinaan dari Poliban." Kegiatan ini menunjukkan komitmen Poliban dalam mendukung peningkatan pendidikan di kawasan transmigrasi. ANTARA