**Borneonews - Tangerang**, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melaporkan bahwa sebanyak 116 Warga Negara Indonesia (WNI) memilih untuk tetap berada di Lebanon meskipun situasi keamanan di negara tersebut sedang dalam keadaan darurat.
Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu RI, Judha Nugraha, mengungkapkan bahwa keputusan untuk tetap tinggal di Lebanon sebagian besar diambil karena alasan pribadi. "Dari total 116 orang yang masih tinggal di Lebanon, kebanyakan adalah mahasiswa dan pekerja migran yang memiliki komitmen di sana," katanya dalam sebuah pernyataan di Tangerang.
Lebih lanjut, Judha menyatakan bahwa WNI yang berada di Lebanon antara lain terdiri dari mereka yang telah menikah dengan warga lokal, mahasiswa yang sedang menjalani studi, serta pekerja migran yang terikat kontrak kerja. "Mereka memilih untuk tetap tinggal karena berbagai alasan seperti pendidikan dan pekerjaan," katanya menambahkan.
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memberikan perlindungan bagi seluruh warganya dan berusaha untuk mengevakuasi mereka dari wilayah-wilayah yang berbahaya. Judha menekankan bahwa meskipun ada program evakuasi yang ditawarkan, keputusan untuk ikut serta sepenuhnya ada di tangan individu masing-masing. "Kami tidak akan memaksa WNI untuk bergabung dalam evakuasi," tuturnya.
Sampai saat ini, pemerintah telah berhasil memulangkan 40 WNI dan satu Warganegara Asing (WNA) dari Lebanon. Proses evakuasi berjalan dengan lancar dan melibatkan 38 orang dewasa serta 2 anak-anak. "Satu WNA yang ikut pulang adalah istri dari salah satu WNI yang dievakuasi," ujar Judha.
Dari gelombang kelima proses evakuasi, WNI yang pulang terdiri dari dua kelompok. Kelompok pertama yang terdiri dari 20 WNI dan satu WNA telah melakukan perjalanan dari Amman, Yordania, dengan menggunakan maskapai Qatar Airways QR967 dan tiba di Indonesia pada pukul 07.49 WIB. "Mereka tiba di Indonesia sebagai bagian dari gelombang kelima evakuasi," kata Judha.
Kelompok kedua juga terdiri dari 20 orang, yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada pukul 15.30 WIB. "Kami bersyukur mereka telah kembali ke tanah air setelah melalui proses evakuasi yang kompleks dan panjang dari Beirut ke Damaskus, kemudian ke Amman sebelum terbang ke Indonesia," jelas Judha lebih lanjut.
Dia juga menjelaskan tantangan yang dihadapi selama evakuasi, termasuk masih banyaknya WNI yang memilih untuk tetap tinggal di Lebanon. Beberapa WNI bahkan mengalami kesulitan saat di Imigrasi Lebanon. Namun, semua rintangan tersebut dapat diatasi, dan evakuasi berhasil dilaksanakan dengan baik.
Sejak ditetapkannya status darurat oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia pada 4 Agustus 2024, total WNI yang telah dievakuasi pemerintah mencapai 65 orang. Meskipun demikian, saat ini masih ada 116 WNI yang memilih untuk tinggal di Lebanon.
ANTARA
116 WNI Pilih Bertahan di Lebanon di Tengah Situasi Darurat
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Gerindra Barito Timur Dorong Kader Perkuat Peran di Tengah Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Ratusan Warga Pangkalan Bun Manfaatkan Rumah Oksigen KIM?
Kapuas Masuk Tiga Daerah di Kalteng yang Jalani Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG
Angka Kecelakaan Naik 10,4 Persen, Polres Kapuas Gelar Operasi Patuh Telabang Selama Dua Pekan
Yuas Elko Minta Agen dan Pangkalan Elpiji 3 Kilogram di Kalteng Diawasi
Truk Bermuatan Besi Bekas Terbalik di Tikungan Jalan Trikora Banjarbaru
Komentar (0)
Memuat komentar…







