PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Kalimantan Tengah melanjutkan program sosialisasi UKBI Adaptif Merdeka di SMKN 1 Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada pendampingan pendaftaran dan pelaksanaan uji kepada 20 orang siswa.

Kepala Balai Bahasa Kalimantan Tengah, Muhammad Muis, menjelaskan pentingnya pendampingan ini untuk memastikan setiap siswa memahami proses pendaftaran dan siap menghadapi ujian.

"Kami ingin memastikan bahwa tidak ada siswa yang merasa kesulitan dalam proses pendaftaran dan pelaksanaan uji," kata Muis dalam keterangan resminya pada Senin, 7 Oktober 2024.

Para siswa diberikan bimbingan langsung oleh tim Balai Bahasa untuk mendaftar secara online. Proses ini melibatkan pengisian data diri dan pemilihan jadwal ujian yang sesuai.

Setelah pendaftaran, para siswa mengikuti simulasi ujian yang meliputi tiga seksi utama: Mendengarkan, Merespons Kaidah, dan Membaca. Simulasi ini dirancang untuk memberikan gambaran nyata tentang bentuk soal yang akan dihadapi dalam ujian UKBI.

xSimulasi ini sangat bermanfaat untuk mengurangi rasa cemas dan meningkatkan kesiapan siswa," tambah Muis.

Muhammad Muis juga menekankan bahwa UKBI Adaptif Merdeka adalah alat yang sangat efektif untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia secara akurat.

"Dengan UKBI Adaptif Merdeka, kita dapat mengetahui tingkat kemahiran berbahasa Indonesia siswa dan merancang program peningkatan yang lebih efektif," jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan berbahasa Indonesia di kalangan siswa SMK, serta menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk mengimplementasikan program serupa.

"Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang besar bagi pendidikan di Kalimantan Tengah," tutup Muis. (TESTI PRISCILLA/H)