BORNEONEWS, Palangka Raya - CEO Smart Batik Indonesia, Miftahudin Nur Ihsan tidak menyangka akan bertemu dengan Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, di acara ASEAN Treasury Forum atau ATF 2024.
Tidak hanya mengunjungi booth Smart Batik Indonesia, Thomas juga ikut membatik menggunakan malam berbahan sawit. Thomas melukis motif pohon kelapa sawit di atas kain putih, didampingi oleh COO Smart Batik Indonesia, Dinar Indah Lufita Sari.
Setelah membatik, Thomas membeli dua potong batik sawit bermotif Gurda Sawit dan Ceplok Sawit. "Batiknya bagus-bagus. Saya beli dua ya, yang ada sawitnya ini dan yang klasik ini," kata Thomas.
Sembari itu, Ihsan menjelaskan bahwa batik yang diproduksi Smart Batik Indonesia tidak hanya indah, tetapi juga memiliki nilai pemberdayaan dan ramah lingkungan.
Sementara itu, Kepala Divisi Lembaga Kemasyarakatan dan Civil Society atau LKCS BPDPKS, Aida Fitria menjelaskan bahwa produk-produk batik sawit ini dikerjakan oleh ibu-ibu pembatik.
Setelah bermitra dengan Divisi UKMK BPDPKS, jumlah pembatik meningkat dari 10 menjadi 60 orang. Batik ini menggunakan malam sawit dan pewarna alami yang lebih ramah lingkungan.
"Kami saling bersinergi dan berkolaborasi untuk mendorong promosi produk-produk berbasis sawit," ujar Aida.
Aida berharap produk-produk dari Asosiasi maupun UKMK dapat semakin luas pasarnya dan go internasional.
"Setelah kegiatan ini, kami juga ada kegiatan di Trade Expo Indonesia. Semoga nantinya produk-produk dari Asosiasi maupun UKMK dapat semakin luas pasarnya dan go internasional," tambahnya.
Thomas hadir di Bali untuk membuka acara ATF 2024, sebuah forum yang bertujuan agar negara-negara ASEAN bisa saling berbagi informasi terkait perbendaharaan negara.
Forum ini membahas pengelolaan fiskal, manajemen, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban anggaran.
ATF diinisiasi dalam ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors atau AFMGM ke-10 di Jakarta pada Agustus 2023 dan disetujui pada AFMGM ke-11 di Laos pada April 2024.
Setelah pembukaan acara, Thomas bersama tamu delegasi mengunjungi berbagai booth yang ada di lokasi acara. Aida menyampaikan komitmen BPDPKS untuk terus mendorong promosi produk-produk berbasis sawit.(TESTI PRISCILLA/R)









