JAKARTA –
**Borneonews - Moskow**, Hadiah Nobel di bidang Fisiologi atau Kedokteran tahun ini diberikan kepada dua ilmuwan biologi asal Amerika Serikat, yaitu Victor Ambros dan Gary Ruvkun. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan terhadap penemuan mereka mengenai *RNA-mikro* serta peran pentingnya dalam proses regulasi gen setelah transkripsi. Pengumuman ini disampaikan melalui media sosial resmi Nobel Prize pada hari Senin. Dalam keterangan yang menyertai penghargaan tersebut, Komite Nobel menekankan betapa signifikan penemuan ini dalam upaya memahami dasar dari berbagai penyakit yang ada. Komite menyampaikan, "Dengan penemuan yang signifikan dari Ambros dan Ruvkun, serta kontribusi dari rekan-rekan mereka, sebuah dimensi baru dalam regulasi gen dapat diungkap." Hal ini menunjukkan bahwa penelitian mereka tidak hanya memberikan wawasan baru tetapi juga menjanjikan kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan kedokteran. Lebih lanjut, penjelasan yang diberikan oleh Komite Nobel menyatakan bahwa fungsi protein dalam inti sel berfokus pada pengaturan transkripsi serta penyambungan RNA, sedangkan *RNA-mikro* berperan dalam mengendalikan proses translasi dan degradasi *mRNA* (RNA pengantar) di dalam sitoplasma sel. Ini menjelaskan posisi krusial *RNA-mikro* dalam mengatur ekspresi gen sepanjang siklus hidup organisme. Penelitian yang dilakukan oleh Ambros dan Ruvkun, terutama yang berkaitan dengan nematoda mikro bernama *C. elegans*, yang memiliki mutasi pertumbuhan, menghasilkan identifikasi terhadap "RNA pendek". Penemuan ini kemudian terus dikaji lebih dalam melalui penelitian dan ujian laboratorium yang memastikan keberadaan *RNA-mikro* dan cara-cara regulasi gen yang sebelumnya tidak diketahui oleh dunia medis. Regulasi gen yang terjadi di tingkat *RNA-mikro* memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap kehidupan organisme, terutama pada organisme multiseluler yang kompleks. Komite Nobel menekankan bahwa kemajuan dalam penelitian ini telah berkontribusi pada pengembangan diagnosis dan terapi yang berbasis pada *RNA-mikro*. Hal ini mencakup berbagai macam penyakit, seperti gangguan metabolisme, kondisi kardiovaskuler, penyakit neurodegeneratif, hingga berbagai jenis kanker. ANTARA