PALU –
**Borneonews - Palu**, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Sudaryano Lamangkona, menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun digitalisasi di provinsi tersebut. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi yang kuat sangat diperlukan untuk mengurangi kesenjangan digital, khususnya di daerah pedesaan. Dalam pernyataannya yang disampaikan dari Palu, Sudaryano menyebutkan bahwa usaha kolaboratif diperlukan guna memperkuat akses informasi dan komunikasi di Sulteng. Hal ini menjadi sangat penting terutama mengingat kondisi geografis yang menantang dan kurangnya infrastruktur jaringan internet yang memadai di banyak wilayah. Pada kesempatan tersebut, Sudaryano, yang akrab disapa Ano, juga ditunjuk sebagai narasumber dalam acara *Rural ICT Camp 2024* yang berlangsung di Ujung Genteng, Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat. Dalam forum ini, ia menegaskan perlunya kerjasama antara semua pemangku kepentingan dan pemerintah agar bisa merancang strategi ekosistem digital yang berbasis pada komunitas desa. Sudaryano menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi oleh pemerintah daerah, termasuk aspek kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Pembangunan infrastruktur internet dan pemberdayaan masyarakat di sektor digital perlu dikuatkan untuk menciptakan sinergi yang lebih efektif dalam menghadapi era digital. *Rural ICT Camp*, yang sejak perdana diadakan di Kampung Adat Kasepuhan Ciptagelar pada tahun 2020, kini telah berkembang menjadi sebuah forum internasional. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan peran organisasi sipil dalam pengembangan teknologi informasi yang mendukung kedaulatan digital di area pedesaan. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 7 hingga 11 Oktober 2024 ini merupakan hasil kerjasama antara *Digital Access Programme* (DAP) dan *Common Room Networks Foundation*. Dengan mengusung tema "Konektivitas Pedesaan & Ketahanan Iklim", acara ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas di wilayah pedesaan melalui peningkatan keterampilan teknis dan literasi digital, sebagai langkah mendukung transformasi digital di Indonesia. Sebanyak sebelas kelompok Sekolah Internet Komunitas (SIK) turut berpartisipasi, masing-masing diwakili oleh tiga orang dari sepuluh provinsi, termasuk satu wakil dari Desa Toro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini juga dihadiri oleh pejabat dari berbagai kementerian, seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, serta Kementerian Kesehatan. Lebih lanjut, acara ini juga menyajikan dialog serta diskusi mengenai isu-isu strategis di ranah digital. DAP Global Learning Event menjadi platform bagi pertukaran pengetahuan antara komunitas digital di berbagai wilayah dengan mitra internasional, termasuk Kedutaan Besar Inggris. Gustaff H. Iskandar, selaku Direktur *Common Room*, menekankan betapa pentingnya internet komunitas dalam memperkuat konektivitas di pedesaan. Ia mengungkapkan, "Dengan melibatkan masyarakat, kita dapat memastikan bahwa pemanfaatan internet akan memberikan dampak positif bagi pembangunan berkelanjutan serta meningkatkan ketahanan iklim." ANTARA