JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan terhadap dolar AS pada perdagangan yang berlangsung pada hari Selasa. Penguatan ini terjadi menjelang rilis data indeks kepercayaan konsumen Indonesia terhadap kondisi ekonomi dalam negeri. Pada pembukaan perdagangan, rupiah meningkat sebanyak 7 poin atau sekitar 0,04 persen, menjadi Rp15.680 per dolar AS. Sebelumnya, nilai tukar ini tercatat pada posisi Rp15.687 per dolar AS. Analis mata uang, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa para investor sedang menantikan hasil dari data indeks kepercayaan konsumen Indonesia untuk bulan September. Publikasi data ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas terkait sentimen masyarakat terhadap perekonomian. Lukman juga memberikan proyeksi mengenai pergerakan rupiah dalam beberapa waktu ke depan. Ia menyatakan bahwa rupiah mungkin akan mengalami konsolidasi terhadap dolar AS dengan kecenderungan melemah, meskipun terbatas. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran yang muncul terkait eskalasi ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Menurut prediksinya, nilai tukar rupiah akan bergerak dalam kisaran antara Rp15.600 sampai dengan Rp15.750 per dolar AS selama perdagangan pada hari ini. Langkah ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan yang dihadapi, sentimen pasar tetap mengarah pada kehati-hatian di tengah ketidakpastian internasional yang berlangsung. ANTARA