PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Kalteng memperkuat kemitraan dalam upaya memperkuat dan mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kalteng.

"Hal ini dilakukan seiring dengan rencana MES Kalteng mengadakan pelantikan Pengurus Wilayah pada tanggal 9 Oktober 2024 di Aula Eka Hapakat," kata Ketua Panitia, Anang Aria dalam keterangannya, Selasa, 8 Oktober 2024.

Anang, mengatakan silaturahim MES Kalteng dimulai dengan jajaran Pemerintah Provinsi Kalteng, Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Otoritas Jasa Keuangan Kalteng, Bursa Efek Indonesia Kalteng dan mitra lainnya.

Kunjungan ini dimaksudkan untuk terus mensosialisasikan organisasi MES Kalteng dengan terpilihnya Ketua Umum MES Kalteng yaitu Hj. Norhani, pada agenda Musyawarah Wilayah V beberapa bulan yang lalu dan kepengurusan periode 1446 - 1451 H/2024 - 2029 M.

Organisasi MES didirikan pada tanggal 1 Muharram 1422 H atau 26 maret 2001 M, saat ini Ketua Umum Pengurus Pusat MES adalah H Erick Thohir.

Tujuan dari MES untuk mengembangkan dan mempercepat penerapan sistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. MES menjadi wadah yang inklusif dan menghimpun seluruh sumber daya yang ada dan membangun sinergi antar pemangku kepentingan.

Geliat aktivitas ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia menjadi arus baru ekonomi yang memiliki daya tahan tinggi sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Kehadiran MES dinilai memiliki peran penting dalam mewujudkan akselarasi dan literasi ekonomi-keuangan syariah di Indonesia.

"Untuk itu di perlukan peningkatan kemitraan pada jajaran pengurusnya, khususnya untuk berkontribusi dalam mengembangkan ekonomi syariah di masyarakat hingga ke akar rumput," ungkap Ketua Umum MES Kalteng terpilih, Norhani.

Menurut informasi pelantikan akan menghadirkan Sekretaris IV Pengurus Pusat MES yaitu Teguh Santosa, Direktur Eksekutif Herry Aslam, Pengurus lainnya Jaenal Arifin dan Haqqi Lailatul Q.

Selain Pelantikan Pengurus Wilayah, akan dilakukan sosialisasi program Pertashop yang akan menghadirkan para narasumber dari Pertamina dan Bank Syariah Indonesia. (HERMAWAN DP/R)