PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengumumkan bahwa Nilai Tukar Nelayan Perikanan atau NTNP di Kalimantan Tengah mengalami kenaikan sebesar 2,03 persen pada September 2024.

"Kenaikan ini mencerminkan peningkatan kesejahteraan nelayan di wilayah tersebut," kata Agnes pada Selasa, 8 Oktober 2024.

Agnes menjelaskan kenaikan NTNP ini terutama disebabkan oleh peningkatan indeks harga yang diterima nelayan atau It sebesar 1,81 persen.

"Peningkatan It subsektor perikanan ini dipicu oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pada kelompok perikanan tangkap sebesar 1,81 persen dan kelompok perikanan budidaya sebesar 1,84 persen," ujar Agnes.

Namun, di sisi lain indeks harga yang dibayar nelayan atau Ib justru mengalami penurunan sebesar 0,22 persen. Penurunan Ib ini menunjukkan adanya penurunan biaya yang harus dikeluarkan oleh nelayan untuk produksi dan kebutuhan lainnya.

"Penurunan Ib ini memberikan dampak positif bagi nelayan karena mengurangi beban biaya mereka," tambah Agnes.

Agnes juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga hasil produksi perikanan untuk terus meningkatkan NTNP.

"Kenaikan harga hasil produksi perikanan tangkap dan budidaya menunjukkan adanya permintaan yang baik di pasar, yang tentunya berdampak positif bagi pendapatan nelayan," jelasnya.

Agnes mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam mendukung sektor perikanan melalui berbagai program dan kebijakan.

"Dukungan dari pemerintah sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan kesejahteraan nelayan di Kalimantan Tengah," katanya.

Dengan kenaikan NTNP ini, diharapkan kesejahteraan nelayan di Kalimantan Tengah akan terus meningkat, seiring dengan upaya peningkatan produksi dan efisiensi dalam sektor perikanan.

"Kami akan terus memantau perkembangan ini dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung sektor perikanan yang berkelanjutan," tutur Agnes.(TESTI PRISCILLA/R)