JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45) menyampaikan delapan rekomendasi strategis untuk memodernisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) di bawah pemerintahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Dalam seminar nasional yang bertema "Evaluasi Kebijakan Pemerintah dan Presiden Joko Widodo: Bidang Politik Keamanan, Ekonomi, dan Media" yang berlangsung di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, analis utama politik keamanan LAB 45, Christian Guntur Lebang, menjelaskan langkah-langkah yang harus diambil oleh pemerintahan mendatang. Rekomendasi pertama yang diajukan adalah perluasan anggaran pertahanan. Guntur menekankan pentingnya hal ini, mengingat bahwa target kekuatan pokok minimum (*minimum essential force/MEF*) belum sepenuhnya tercapai di bawah pemerintahan yang sedang berlangsung saat ini. Selanjutnya, rekomendasi kedua menyoroti pentingnya penempatan yang strategis bagi para perwira berdasarkan kompetensi dan jalur karier yang profesional. Rekomendasi ketiga menggarisbawahi perlunya penyelesaian regulasi yang berkaitan dengan sektor pertahanan. Lebih lanjut, Guntur mengemukakan bahwa rekomendasi keempat dan kelima berfokus pada pelaksanaan target pembangunan di jangka pendek yang sesuai dengan potensi krisis nasional maupun global, serta rencana modernisasi dan pembangunan pertahanan untuk jangka panjang. Ia menekankan urgensi tindak lanjut dari rencana pembangunan ini agar mampu memberikan dampak positif bagi ketahanan negara. Guntur juga mengingatkan bahwa pemimpin baru harus menghindari pengaruh kedekatan personal dalam penentuan jabatan bagi para perwira TNI. Dalam konteks ini, dua rekomendasi terakhir menekankan perlunya penempatan prajurit aktif TNI di posisi jabatan sipil dilakukan dengan cara yang terencana dan bukan secara sporadis, serta penegasan komitmen terhadap semangat reformasi. Untuk membangun TNI yang lebih baik di masa depan, Guntur menyarankan adanya tiga parameter yang bisa dijadikan pedoman. Tiga aspek tersebut mencakup modernisasi alat utama sistem senjata (*alutsista*), tata kelola organisasi di dalam TNI, serta penguatan kontrol sipil terhadap militer. LAB 45 sendiri merupakan lembaga penelitian yang berfokus pada pengharmonisan antara kajian ilmiah dan praktik kebijakan pemerintah, guna mendukung proses pembenahan untuk masa depan. Lembaga ini berkomitmen membantu pemangku kepentingan dalam mendorong transformasi Indonesia menuju status negara maju pada tahun 2045. ANTARA