BORNEONEWS, Kumai - Kapal perang milik TNI-AL KRI Sidat 851 untuk pertama kali merapat di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat. Kapal perang buatan anak negeri itu datang dalam rangka mengamankan wilayah perairan Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan perairan Kalimantan Timur.
Komandan KRI Sidat 851 Mayor laut Widi Susanto mengataka,n keamanan alur sangat tak wajar. Ia menjelaskan, fungsi utama KRI Sidat adalah melaksanakan patroli keamanan laut dan SAR laut terbatas di seluruh perairan Indonesia.
"KRI ini mempunyai tugas melaksanakan program Samudera Jaya 2016. Kami melakukan patroli ilegal fishing, ilegal oil maupun ilegal logging, dan melakukan SAR laut," kata Widi Susanto, Senin (23/8/2016).
Diapun menjelaskan, tujuan merapatnya KRI yang dibuat pada 8 September 2014 itu ke wilayah Kobar selain melakukan bekal ulang setelah melakukan patroli di wilayah Kalimantan Selatan, juga akan memantau keamanan perairan wilayah Kalimantan Tengah.
"Kapal ini kerangkanya terbuat dari besi untuk bagian bawah dan bodinya terbuat dari alumunium. Sehingga kapal ini bisa laju dan menerobos gelombang hingga ketinggian empat meter," akunya.
Diapun bersama KRI Sidat yang memilik panjang 45 meter dengan kecepatan mencapai 27 knot akan memantau perairan wilayah Kumai dan sekitarnya mengingat saat ini banyak kapal kapal besar masuk ke jalur Kalteng melalui Kabupaten Kobar.
"Kobar pembangunannya sangat luar biasa, apalagi pelabuhannya. Berdasarkan laporan bupati, Kobar akan menjadi kota industri, jadi keberadaan POS TNI AL Kumai berperan membantu pengamanan di wilayah perairan," katanya. (CECEP HERDI/m)








