BORNEONEWS, Gumas - Polres Gunung Mas terus berusaha mengungkap kasus kematian ibu muda dan dua anaknya. Jenasah tiga warga Desa Tumbang Empas, Kecamatan Mihing Raya, Kabupaten Gumas itu, ditemukan di kubangan air, Sabtu (20/8/2016), sekitar pukul 11.30 WIB. Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya Uwik (25) dan dua anaknya Erin (6) dan Rehu (8 bulan). 

Kapolres Gumas, AKBP Pria Premos menyatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP). Bahkan anggota yang melakukan penyelidikan melibatkan anggota Polsek Sepang dengan di beck up Polres dan anggota dari Ditreskrimum Polda Kalteng.

“Kita telah mendatangkan dokter dari forensik RSUD Doris Silvanus Palangka Raya untuk melakukan visum. Dan keterangan dokter korban bukan meninggal karena tenggelam, tapi meninggal dulu baru ditenggelamkan dan pikulan benda tumpul di bagian kepala depan dan belakang. Patut diduga ini kasus pembunuhan,” kata Pria Premos saat dibincangi wartawan melalui sambungan telepon, Senin (22/8/2016) siang.

Dia menyatakan, untuk mengungkap kasus tersebut pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dan fakta-fakta baru di lapangan.”Kasus ini konsen kita tangani, tidak hanya oleh polsek, tapi di beck up polres, bahkan dari ditreskrimumpolda langsung turun ke TKP tadi pagi (Senin (22/8), ini menjadi atensi kita. Berdasarkan keterangan saksi dan saksi ahli ini kasus pembunuhan,” terang dia.

Meski telah memastikan bahwa kematian Uwik dan dua anaknya merupakan kasus pembunuhan. Namun pihak kepolisian masih belum bisa menentukan siapa pembunuh dan motif pembunuhan dan modus pembunuhan.”Intinya kusus ini terus kita lakukan penyelidikan, udah-mudahan bisa cepat terungkap,” tukasnya.

Informasi yang dihimpun borneonews, bahwa jenazah Uwik dan dua anaknya Erin dan Rehu telah dimakamkan di pemakan Kristen, Desa Tumbang Empas, Senin (22/8) siang. Sementara suami Uwik yang bernama Riky (28) masih shok dan belum bisa menerima kematian tragis isteri dan dua anaknya.

Sekedar informasi, korban Uwik bersama dua anaknya meninggalkan rumah, Jumat (19/8/2016, sekitar pukul 11.00 WIB, untuk mandi di kubangan air yang bisa dijadikan tempat mandi, yang berjarak tidak jauh dari rumah mereka.

“Ibu bersama dua anak mau mandi di belakang rumah sekitar jam 11.00 WIB dan tidak pulang sampai malam. Suaminya pulang dari tempat kerja jam 6 sore (pukul 18.00 WIB). Dan mencari anak dan isterinya tidak ada dan dicari tempat keluarga juga tidak ada,” ungkap Kapolsek Sepang  Irwan.

Lantaran suami almarhum Uwik tidak menemukan isteri dan dua anaknya. Kemudian, Riky bersama warga mencari ke belakang rumah dan ditemukan baju. Melihat hal tersebut, sang suami masih mencari dan menemukan lanjung yang digunakan untuk membawa pakaian yang dicuci.

Setelah dilakukan pencarian dari malam hingga siang hari, katanya, dua anak berhasil ditemukan tenggelam dan sudah tidak bernyawa di kubangan air, Sabtu (20/8/2016), sekitar pukul 11.30 WIB. 

Kemudian, setelah dua anak itu ditemukan dan dibawa ke rumah. Dilakukan lagi pencaharian terhadap korban Uwik. Korban berhasil ditemukan di kubangan yang berjarak kurang lebih 100 meter dari penemuan dua anaknya. Akibat ada kejanggalan terhadap kematian korban, jasad para korban di bawa ke RSUD Kuala Kurun untuk di visum olah dokter forensik dan ternyata hasil visum menyatakan bahwa ibu muda dan dua anaknya merupakan korban pembunuhan.  (EP/N).