JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Presiden Joko Widodo telah memberikan tanggapan terkait dengan isu dicoretnya nama Johan Budi dari daftar calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk periode 2024-2029. Johan Budi sebelumnya dikenal sebagai mantan juru bicara KPK. Dalam penjelasannya, Jokowi menegaskan bahwa proses seleksi calon pimpinan KPK diserahkan sepenuhnya kepada Panitia Seleksi. "Semua sudah saya serahkan kepada Pansel," ungkap Jokowi saat menyampaikan pernyataan di Jakarta. Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa tidak ada niat atau usaha dari pihaknya untuk mengintervensi proses seleksi tersebut. "Saya sama sekali tidak berniat untuk melakukan intervensi atau meminta sesuatu, tidak ada sama sekali," jelasnya. Berdasarkan informasi terkini, Johan Budi tidak berhasil melewati tahap akhir seleksi yang dilakukan oleh Panitia Seleksi KPK. Hal ini terungkap setelah Pansel KPK mengumumkan sepuluh nama yang lolos ke tahap wawancara untuk calon pimpinan KPK. Sepuluh calon pimpinan KPK untuk masa jabatan 2024-2029 yang berhasil lolos adalah sebagai berikut: 1. Agus Joko Pramono 2. Ahmad Alamsyah Saragih 3. Djoko Poerwanto 4. Fitnah Rohcahyanto 5. Ibnu Basuki Widodo 6. Ida Budhiati 7. Johanis Tanak 8. Michael Rolandi Cesnanta Brata 9. Poengky Indarti 10. Setyo Budiyanto Selain itu, sepuluh nama calon Dewan Pengawas KPK untuk periode yang sama juga telah diumumkan, yaitu: 1. Benny Jozua Mamoto 2. Chisca Mirawati 3. Elly Fariani 4. Gusrizal 5. Hamdi Hassyarbaini 6. Heru Kreshna Reza 7. Iskandar Mz. 8. Mirwazi 9. Sumpeno 10. Wisnu Baroto Kedua daftar ini merupakan hasil dari proses seleksi yang dilakukan secara ketat oleh Panitia Seleksi, menunjukkan kredibilitas dan komitmen komisi dalam memilih pimpinan yang kompeten. ANTARA